Rangkaian Sensor Suhu LM35


LM35DZ adalah komponen sensor suhu berukuran kecil seperti transistor (TO-92). Komponen yang sangat mudah digunakan ini mampu mengukur suhu hingga 100 derajad Celcius. Dengan tegangan keluaran yang terskala linear dengan suhu terukur, yakni 10 milivolt per 1 derajad Celcius, maka komponen ini sangat cocok untuk digunakan sebagai teman eksperimen kita, atau bahkan untuk aplikasi-aplikasi seperti termometer ruang digital, mesin pasteurisasi, atau termometer badan digital.

LM35 dapat disuplai dengan tegangan mulai 4V-30V DC dengan arus pengurasan 60 mikroampere, memiliki tingkat efek self-heating yang rendah (0,08 derajad Celcius), dan termasuk kerabat dekat dompet kita-kita, hahaha:D

Btw, self-heating adalah efek pemanasan oleh komponen itu sendiri akibat adanya arus yang bekerja melewatinya. Untuk komponen sensor suhu, parameter ini harus dipertimbangkan dan diupakara atau di-handle dengan baik karena hal ini dapat menyebabkan kesalahan pengukuran. Seperti sensor suhu jenis RTD PT100 atau PT1000 misalnya, komponen ini tidak boleh dieksitasi oleh arus melebihi 1 miliampere, jika melebihi, maka sensor akan mengalami self-heating yang menyebabkan hasil pengukuran senantiasa lebih tinggi dibandingkan suhu yang sebenarnya.

Untuk lebih detil mengenai karakteristik sensor suhu LM35, maka Anda bisa download datasheet menggunakan link berikut ini.

Datasheet LM35 – Centrigrade Precision Temperature Sensor

( 304 kb )

Gambar disamping kanan adalah gambar skematik rangkaian dasar sensor suhu LM35-DZ. Rangkaian ini sangat sederhana dan praktis. Vout adalah tegangan keluaran sensor yang terskala linear terhadap suhu terukur, yakni 10 milivolt per 1 derajad celcius. Jadi jika Vout = 530mV, maka suhu terukur adalah 53 derajad Celcius.Dan jika Vout = 320mV, maka suhu terukur adalah 32 derajad Celcius. Tegangan keluaran ini bisa langsung diumpankan sebagai masukan ke rangkaian pengkondisi sinyal seperti rangkaian penguat operasional dan rangkaian filter, atau rangkaian lain seperti rangkaian pembanding tegangan dan rangkaian Analog-to-Digital Converter.

Rangkaian dasar tersebut cukup untuk sekedar bereksperimen atau untuk aplikasi yang tidak memerlukan akurasi pengukuran yang sempurna. Akan tetapi tidak untuk aplikasi yang sesungguhnya. Terbukti dari eksperimen yang telah saya lakukan, tegangan keluaran sensor belumlah stabil. Pada kondisi suhu yang relatif sama, jika tegangan suplai saya ubah-ubah (saya naikkan atau turunkan), maka Vout juga ikut berubah. Memang secara logika hal ini sepertinya benar, tapi untuk instrumentasi hal ini tidaklah diperkenankan. Dibandingkan dengan tingkat kepresisian, maka tingkat akurasi alat ukur lebih utama karena alat ukur seyogyanya dapat dijadikan patokan bagi penggunanya. Jika nilainya berubah-ubah untuk kondisi yang relatif tidak ada perubahan, maka alat ukur yang demikian ini tidak dapat digunakan.

Untuk memperbaiki kinerja rangkaian dasar di atas, maka ditambahkan beberapa komponen pasif seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini.

Dua buah resistor 150K yang diparalel membentuk resistor 75K yang diseri dengan kapasitor 1uF. Rangkaian RC-Seri ini merupakan rekomendasi dari pabrik pembuat LM35. Sedangkan resistor 1K5 dan kapasitor 1nF membentuk rangkaian passive low-pass filter dengan frekuensi 1 kHz. Tegangan keluaran filter kemudian diumpankan ke penguat tegangan tak-membalik dengan faktor penguatan yang dapat diatur menggunakan resistor variabel.

Dengan rangkaian ini, terbukti tegangan keluaran rangkaian ini jauh lebih stabil dibandingkan tegangan keluaran rangkaian dasar di atas. Dengan demikian akurasi pengukuran telah dapat ditingkatkan. Tegangan keluaran opamp dapat langsung diumpankan ke rangkaian ADC untuk kemudian datanya diolah lebih lanjut oleh mikrokontroler.

Rangkaian tersebut telah saya aplikasikan pada Sistem Monitoring Suhu Air Pendingin Mesin Open-Mill di Pabrik Rol Karet USTEGRA Malang dengan performa yang baik dengan mikrokontroler AT89S52 dan ADC0809 serta Audible Warning System berbasis ISD1420.

It was a very cool project!

Resep Spesial
Untuk lebih meningkatkan keakurasian dan kepresisian pengukur suhu, maka perlu dilakukan pengesetan yang optimal pada tegangan referensi ADC yang digunakan sehingga jika menggunakan ADC 8-bit misalnya, maka jangkauan 0-255 haruslah merepresentasikan nilai minimum dan maksimum suhu yang dapat diukur oleh rangkaian sensor suhu. Jangan sampai memberikan tegangan referensi yang salah pada rangkaian ADC, sehingga jangkauan ADC melebihi atau kurang dari jangkauan tegangan masukannya.

Langkah selanjutnya, lakukan pensamplingan minimal sepuluh data dan hitung nilai rata-ratanya. Nilai rerata inilah yang dijadikan sebagai hasil pengukuran. Jika diperlukan, maka dapat pula diterapkan algoritma filter digital untuk mendapatkan hasil akhir pengukuran yang benar-benar akurat.

Repot ya? Memang instrumentasi merupakan salah satu bidang elektronika yang merepotkan (baca=rumit). Makanya jangan heran jika harga alat ukur digital yang bagus seringkali tidak masuk diakal (baca=anggaran)… Hahaha:D

Oh iya, mumpung lagi inget, silakan download Application Note yang berjudul Anti-Aliasing, Analog Filters for Data Acquisition Systems oleh Bonnie C. Baker dari Microchip. It’s a must have document:D

Download Microchip AN699

( 172 kb )

Berikut adalah produk-produk berbasis LM35 yang telah banyak diaplikasikan pada berbagai sistem antara lain: mesin penetas telur, bioreaktor, tambak ikan/udang, oven tembakau, lumbung jamur, rumah walet, pendingin radiator, PLC dan Smart-Relay, dan lain-lain.

 Jika berminat dengan produk-produk tersebut, Anda dapat langsung mengunjungi situs kami di http://teknikelektrolinks.com. Atau jika Anda membutuhkan modul lain untuk aplikasi Anda, silakan menghubungi melalui email ke info@teknikelektrolinks.com.

Keterangan: Situs http://telinks.ds4a.com hanyalah situs backup. Situs terbaru Teknik Elektro Links adalah: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat belajar!

:D

About these ads
  1. April 21, 2010 at 4:25 pm

    wah LM35DZ ya? jadi inget waktu TA, pake ini juga (nostalgia :D). rangkaiannya juga mirip2 :D. signal conditioningnya pake non-inverting op-amp (yg di atas, non inverting op-amp juga kan mas Chandra? udah lupa :p). Resep Spesialnya jitu tuh mas Chandra, betul itu. Waktu itu saya pake ADC 8-bit dengan Vref = 5V. jadi saya buat penguatan dari sensor sebesar 5x. hasilnya jika 0 derajat = 0V = 00H dan 100 derajat = 5V = FFH. Terus Berkarya mas Chandra ^^

  2. chandramde
    April 22, 2010 at 9:34 am

    Tresna:
    Iya, itu rangkaian opamp non-inverting.
    Terima kasih sudah sharing, terus berkarya juga, Mas Tresna… :D

  3. kurniawan
    April 22, 2010 at 1:07 pm

    lam kenal…makasih ud bagi referensi,saya mau tanya kl untuk sensor gerak buat ditaruh dikolam ikan apa anda punya komponen + circuitnya….makasih sebelum dan sesudahnya

  4. chandramde
    April 22, 2010 at 1:25 pm

    kurniawan:
    Salam kenal juga. Sebelumnya, mohon dijelaskan, ini yang mau dideteksi gerakan ikannya atau intruder yang mau nyolong ikan? :D:D:D
    Untuk komponen dan rangkaian saya bisa rancangkan untuk Mas Kurniawan. :D

  5. April 23, 2010 at 10:41 am

    Mas Chandra mau tanya, untuk gambar schematic dan PCB-nya menggunakan software apa mas? saya biasanya menggunakan Protel 99SE SP6 (gak tau kenapa kurang “sreg” pake yg Protel DXP). Atau ada referensi software selain Protel dan Eagle PCB? (siapa tau ada yang lebih bagus :D ). Terima kasih sebelumnya Mas Chandra ^^

  6. chandramde
    April 23, 2010 at 11:03 am

    Tresna:
    Untuk menggambar skematik dan layout PCB saya biasa menggunakan PROTEL versi jadul, Skematiknya pake Protel 1.0 atau EDA Client 3.2, PCB-nya saya pake Protel 1.5. Versi-versi ini dirilis pada jaman Windows 3.11 tahun 90-an. :D

    Ada banyak pilihan software, terutama yang gratis, antara lain: Novarm Diptrace, Eagle, ExpressPCB, FreePCB, PCB123, dan kicad. Semuanya bagus-bagus. Bahkan PCB123 dan kicad bisa menampilkan gambar 3D layout PCB + komponennya.

    Saya lebih suka yang ringan, dan harus fasilitas untuk merancang sendiri simbol dan package komponen. Meskipun library-nya sedikit/tidak lengkap, kita bisa selalu membuat sendiri simbol dan footprint yang kita butuhkan.

    Saran saya, sebaiknya gunakan yang freeware atau abandonware… :D

    Demikian, Mas Tresna. Semoga bermanfaat… :D

    • April 23, 2010 at 11:18 am

      Terima kasih Mas Chandra atas masukannya. Wah protelnya generasi awal2 yah? :D Betul mas pilih yang ringan, itulah salah satu dari alasan saya gak pake Protel DXP, karena Protel 99SE lebih ringan (bisa buat library sendiri dan sudah bisa 3D juga) :D Untuk saran yang freeware, nah itu dia, sangat tepat sekali :D. Terima kasih atas masukkannya Mas Chandra, saya coba cari2 tau software2 di atas. ^^

  7. novy
    April 28, 2010 at 5:19 pm

    mz itu nguji lm358 nya sama kaya biasa di coba diberi tegangan 1 V kemuadian adjust potensio jd 5 V…iya ga mz?????

  8. chandramde
    April 29, 2010 at 9:25 am

    novy:
    Iya, bisa dilakukan pengujian dan pengesetan penguatan seperti itu. Cuma saran saya, jika menggunakan VCC=5V, jangan mengeset penguatan hingga keluaran tegangan opamp di atas 4,5V. Nah, untuk itu, jika keluaran opamp diumpankan kepada ADC 8bit (ADC0804 misalnya), maka lakukan pengesetan terhadap VREF/2-nya sehingga keluaran ADC=000 untuk tegangan 0V, dan ADC=255 untuk tegangan 4,5V.

    Sepertinya sudah berpengalaman nih? :D
    Oke, selamat mencoba! :D

  9. novy
    April 30, 2010 at 2:56 pm

    belum jg,,,hehehehe
    sya jg br coba2.

    kmrn pake rangkaian penguatan yg didalamnya cuma ada rangkaian Buffer dan penguat tak membalik tok ternyata ga stabil saat masuk ke ADC ATMEGA8535..dengan ini menjamin kan mz???

    mslhnya sya pke IC ATMEGA8535 yg ADC ada didalamnya….kn itu 10 bit..
    lok keluaran max LM35 adalah 1 Volt n penguatan dibuat saat 1 V dibuat mjd 5v berarti itu kan 5x penguatan,,,benar ga mz….

  10. chandramde
    April 30, 2010 at 4:01 pm

    novy:
    Sebenarnya tanpa fileter RC untuk anti-aliasing, LM35 stabil kok. hanya saja, tegangan suplai untuk LM35-nya ini yang harus stabil. Kalau tegangan ini naik-turun sangat boleh jadi tegangan keluaran LM35 juga naik-turun.

    Untuk mendapatkan hasil pembacaan ADC yang baik, maka perlu juga dilakukan sedikit statistik dengan mensampling masukan minimal 10 kali, kemudian diambil reratanya.

    Demikian, Novy. Semoga membantu.

    Selamat belajar! :D

  11. clambeet
    April 30, 2010 at 8:56 pm

    salam kenal mas chandra. sebelumnya saya minta maaf kalau pertanyaan saya ini terkesan bodoh, masih pemula mas..
    saya mau pakai LM35 untuk mengontrol suhu rumah kaca dengan AVR ATmega16. kira gimana rangkaian nya mas..??? makasih sebelumnya mas..!!

  12. chandramde
    May 1, 2010 at 11:55 am

    clambeet:
    Orang bodoh adalah orang yang sudah tahu tidak mengerti tapi tidak mau belajar. Orang pinter adalah orang yang menyadari ketidaktahuannya dan mau belajar. :D

    Untuk sistem semacam itu berarti dibutuhkan rangkaian mikrokontroler ATmega16, sensor suhu LM35, relay driver, atau bahkan mungkin sensor kelembaban dan AC Load Driver.

    Untuk relay driver bisa dilihat pada tulisan berikut:

    http://telinks.wordpress.com/2010/05/01/rangkaian-driver-relay-praktis-menggunakan-transistor-bipolar/

    Demikian untuk sementara. Semoga dapat membantu. :D

    Selamat belajar! :D

  13. clambeet
    May 3, 2010 at 8:59 am

    trima kasih mas chandra. y saya juga menggunakan sensor kelembaban HS 15P. bisa bantu gimana mas listing program dengan bahasa C nya..!! saya dalam proses belajar ni skarang mas..

    • May 4, 2010 at 2:37 pm

      Wah, mas clambeet, projectnya mirip dengan TA saya dulu. :D
      Mau share pengalaman aja. Kalau untuk meningkatkan skill dalam rangkaian elektronika, HS15P sangat bagus sekali karena rangkaiannya jadi “banyak”. Mulai dari wien bridge, rangkaian generator signal 1 Vrms 1kHz, AC to DC converter, dll. Ada lagi HS1100, itu juga rangkaiannya “cukup banyak”, hanya saja harganya sangat mahal, tetapi rangkaian tambahannya relatif mudah membuatnya.
      Tetapi kalau mau praktis, untuk signal keluaran yg analog bisa menggunakan HU10 sedangkan yg digital menggunakan SHT10/11/15, dan tentunya dengan harga yg lebih mahal dibantu HS15P.
      Dahulu saya menggunakan “bajakannya” HU10 untuk TA. Saya lupa jenisnya, buatan taiwan atau china :D itupun ketemu setelah muter-muter menyambangi kios-kios komponen yang ada di Jaya Plaza Bandung.

      Semoga bermanfaat ^^

  14. chandramde
    May 5, 2010 at 9:16 am

    Tresna:
    Wah, bagus sekali infonya. Thanks. Nah, bagi yang ingin tahu lebih lanjut mengenai sensor-sensor tersebut bisa men-download data-datanya menggunakan link-link berikut ini:

    http://www.radix.uia.mx/mingenium/wp-content/uploads/…/hs1215p1.pdf

    http://www.humirel.com/product/fichier/HS1101-HS1100.pdf

    http://www.thermometrics.com/assets/images/hu10.pdf

    http://www.sensirion.com/en/pdf/…/Datasheet-humidity-sensor-SHT1x.pdf

    Ok. Selamat belajar! :D

  15. novy
    May 5, 2010 at 3:33 pm

    mz,,novy tny lg…:-)
    sya nyoba rgkain yg anda kasih ini,,kq potensio 10K yg yang sy pngn saat masukan 1 V keluaran 5 V sy puter2 potensionya nya ga bs naik itu gmn??bahkan mlh drop ditengah2 tegangannya……..???

  16. novy
    May 5, 2010 at 3:37 pm

    tambahan::-)
    kapasitor 100nF itu dipasang di VCC milik LM35 ato VCC lm358??
    kq drop itu lho mz…
    mohon pencerahannya,,,hehehehe…

  17. chandramde
    May 6, 2010 at 8:41 am

    novy:
    Seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya (lihat komentar #9 diatas), jika VCC=5V, maka janganlah berharap keluaran opamp bisa mencapai 5V. Oleh karenanya jika VCC=5V, maka tegangan output maksimum diusahakan 4,5V saja. Kalau memang ingin tegangan output opamp sebesar 5V, maka VCC opamp haruslah diatas 5V. Untuk kapasitor 100nF, bisa dipasang didekat sensor LM35.

    Demikian, Novy. Semoga bisa membantu.

    Selamat belajar! :D

  18. izzaty
    May 16, 2010 at 2:37 pm

    aslm
    mas mau nanya , klo sensor suhu pake LM35 kirakira rangkaianny susah g ? gmna ya ? mta tlg mas. buat tugas skolah. mksiii

  19. chandramde
    May 17, 2010 at 9:01 am

    izzaty:
    Wa’alaikumsalam. LM35 adalah sensor suhu yang mudah digunakan dan mudah didapatkan di pasaran. Rangkaiannya pun sangatlah sederhana. Rangkaian di atas adalah rangkaian sensor LM35 lengkap dengan filter anti-aliasing dan penguat tegangan.

    Mungkin Izzaty bisa ceritakan mau buat proyek apa dengan LM35. Insya Allah nanti akan saya usahakan untuk membantu.

    Selamat belajar! :D

  20. tian
    May 18, 2010 at 1:14 pm

    mas, mo tanya, kegunaan C 100nF pada rangkaian untuk apa???

  21. chandramde
    May 18, 2010 at 1:59 pm

    tian:
    Kapasitor itu sebagai ‘tandon muatan’ untuk sensor LM35 untuk memastikan suplai tegangan ke sensor tersebut baik/stabil. Tanpa kapasitor itupun, rangkaian juga akan bekerja dengan baik.

    Demikian, Tian. Selamat belajar! :D

  22. Wandi
    May 18, 2010 at 6:46 pm

    THANKS MAS CHANDRA ATAS ILMUNYA..! KLO MO BIKIN PENGATUR 2 BLOWER OTOMATIS PAKE SENSOR LM35 GEMANA ? MIS : SUHU 40 C BLOWER 1 NYALA, SUHU 50 C BLOWER 1 & 2 NYALA, BEGITU SUHU TURUN <50 C BLOWER 2 MATI,SUHU <40 BLOWER 1 MATI, BISA GA KLO GA PAKE MICON, THANKS SEBELUMNYA

  23. anas
    May 18, 2010 at 11:46 pm

    assalamu’alaikum mas….
    begini mas, saya sedang mempelajari penetasan telur dengan mesin, tetapi saya sangat kesulitan dengan pengaturan suhu dan kelembaban mesin. bisakah mas membuatkan rangkaian untuk mengatasi masalah tersebut, mohon kirim ke email saya ya mas….

  24. chandramde
    May 19, 2010 at 2:50 pm

    Wandi:
    Wah, menarik tuh proyeknya. :D
    Tanpa mikrokontroler, Mas Wandi bisa menggunakan rangkaian komparator tegangan menggunakan opamp. Insya Allah relatif simple karena tegangan keluaran LM35 kan 10mV per satu derajad celcius. Jadi pada saat V(40C)=400mV, dan V(50C)=500mV. Kuatkan saja tegangan ini sebesar 10 kali menggunakan opamp non-inverting. Selanjutnya, tegangan keluaran dari penguat ini dikomparasi dengan 2 buah opamp komparator untuk membandingkan tegangan 4V dan 5V. Nah, keluaran komparator ini yang nantinya akan menggerakkan power driver blower.

    Silakan coba deh… :D

  25. Wandi
    May 24, 2010 at 2:19 am

    Tengyu berat nih mas Chandra,atas kesediaannya berbagi ilmu, tp aq nih awam mas yg ginian, opamp non inverting n opamp komparator yg sudah jadi ada kan mas ? n satu lagi mas minta tolong bisa digambarin ga yah rangkaiannya, hehehe atau mas mo bikinin biar aq tinggal pake or nyontek rangkaiannya..sorry nanti tinggal hitung2nya mas, gemana ? mudah2an gudang lotengku ga kepanasan lg..tengyu sekali mas Chandra..tetep semangat Bro !!

  26. chandramde
    May 24, 2010 at 10:40 am

    Wandi:
    Ok, terima kasih kembali. Sebisa mungkin saya akan membantu Mas Wandi. :D

    Selamat berkarya! :D

  27. reo
    May 25, 2010 at 7:50 am

    salam kenal om,
    oiya, untuk standart safety dari rangkaian tersebut kalo peletakan didalam air meliputi apa aja om??
    makasih

  28. chandramde
    May 25, 2010 at 8:36 am

    reo:
    Salam kenal…:D
    Jika LM35 dimasukkan air, maka caranya adalah sbb:
    1. Beli antena radio teleskopik yang kecil, kemudian potong sebagian sesuai dengan ukuran LM35 dengan panjang tertentu.
    2. Pastikan kaki-kaki LM35 tidak berhimpit, kemudian masukkan sensor ke dalam tabung dan lumuri dengan cepat menggunakan glue-gun. Pastikan tidak ada lubang sekecil apapun. Jika tidak ada glue-gun, boleh juga digunakan lilin.

    Akan lebih baik lagi jika didalam tabung tersebut diberi cairan penghantar panas, solar atau oli sintetik juga boleh.

    Selamat mencoba! :D

  29. Roni
    May 25, 2010 at 10:19 am

    Mohon Bantuannya mas..
    aku lagi ngerjain proyek TA dengan judul”Sistem Kendali digital Kecepatan dan Suhu dengan kontrol PID”..
    nah pada suhu..apa mungkin bisa menggunakan rangkaian tersebut??trus tingkat akurasinya gmna mas??oia LM358 tu fungsinya apa mas??
    terimakasih dan mohon pencerahannya :)

  30. Roni
    May 25, 2010 at 10:26 am

    mas di daerah malang ada gak yang menerima bimbingan TA alias kursus kilat..
    trims

  31. chandramde
    May 25, 2010 at 11:04 am

    Roni:
    Wah, TA-nya bagus sekali, tapi gak mudah tuh. :D
    Rangkaian pada tulisan ini menggunakan LM35 dengan range pengukuran 0-100C. Kalau aplikasi Mas Roni masih masuk dalam range tersebut, maka bisa menggunakan sensor LM35.

    Tingkat akurasinya cukup baik, apalagi jika didukung dengan teknik sampling data yang baik dan akan lebih baik lagi jika menggunakan filter digital.

    LM358 itu opamp, fungsinya dalam rangkaian itu menguatkan tegangan.

    Untuk bimbingan atau kursus kilat, kebetulan saya mengadakan pelatihan privat dengan jadwal dan materi yang fleksibel, silakan langsung menghubungi saya lewat SMS di (0341) 9857624.

    Demikian, semoga dapat membantu :D

  32. Roni
    May 25, 2010 at 11:21 am

    waduh…ukuran master aja bilang gak mudah..apalagi aku mas,,,seseorang yang baru bertobat dari kemalasan dan mulai menyadari pentingnya belajar ketika ujian akan dimulai :-(

    teknik sampling??filter digital??pernah denger tapi gak mudeng…

    apa mungkin masih bisa ditolong ya…

  33. May 25, 2010 at 1:58 pm

    pak,,,mau tanya…
    kalo penguatannya tidak menggunakan IC LM358,,tapi menggunakan transistor sebagai penguatnya bisa ga???

    kalo bisa,,berapa nilai/tipe komponen dari Transistor tersebut,,,dan mungkin bapak punya rangkaiannya yang berupa penguatan menggunakan Transistor untuk sensor suhu LM35…

    tolong kirimkan jawabannya ke e-mile saya…

    terima kasih….

  34. chandramde
    May 25, 2010 at 2:46 pm

    amrul:
    Waduh, jangan deh. Jangan pake transistor, pake opamp aja. :D
    Kenapa? Karena ibarat kita sudah punya traktor, ngapain pake cangkul. Kira-kira begitu Mas Amrul.

    Oke, selamat belajar! :D

  35. nieza
    May 26, 2010 at 12:15 pm

    wah…bagus banget mas…cocok ama disproq
    mas boleh minta layoutnya??heheh
    makasih

  36. chandramde
    May 26, 2010 at 1:56 pm

    nieza:
    Hihihi, untuk sementara layoutnya masih belum digratisin… :D
    Kalau mau silakan menghubungi saya melalui email atau SMS ke (0341)9857624.

  37. fredo
    June 13, 2010 at 9:35 pm

    asslkm..
    slam knal ya..
    trma ksih mas info sngat b’mnfaat buat tugas sensorku..
    maaf sebelumnya kalau boleh tanya apa mas juga punya rangkaian anti maling menggunakan IC 555?meski tidak menggunakan IC 555 juga ga apa apa.
    kalau ada bisa mas kirimkan ke email saya? (free_boy20@yahoo.com)
    terima kasih sebelumnya mas..

  38. fredo
    June 14, 2010 at 9:14 pm

    assalamualaikum..
    terima kasih mas atas kiriman layout PCB downloadernya,,
    insyaAllah nanti saya buat.
    oya mas kalo boleh tanya ada data tentang penjelasan dan gambar rangkaian AD/DC interface pada PLC?
    kalo ada bisa sekali lagi dikirimkan?
    maaf sebelumnya merepotkan..

  39. chandramde
    June 15, 2010 at 10:20 am

    fredo:
    Wa’alaikumsalaam. Salam kenal juga :D
    Untuk rangkaian anti-maling saya punya. Rangkaian menggunakan sensor Infra Merah, tapi tidak menggunakan IC555, meskipun bisa dimodifikasi menggunakan IC555 sebagai sumber clocknya. Nanti kalau ada waktu akan saya buat tulisannya.

    Semoga Yang Maha Kuasa memberi saya kekuatan, kelapangan, dan kemudahan dalam membuat tulisan-tulisan yang bermanfaat. Amiiin… :D

  40. anak belajaran
    June 17, 2010 at 10:17 pm

    mas,,,q butuh saran nee….
    klo make LM35 untuk ruang budidaya jamur cocok gak jika dibandingkan dg yang laen??? suhunya 16-22C

  41. hasan
    June 19, 2010 at 9:11 am

    wah
    mas
    Vrefnya tepat 5 V??kalo misal dari supplynya kurang tepat dari 5 V misal 4,89 V dll ,nilai outputnya apa sudah g akurat lagi ??dan kalo kurang akurat gimana biar akuratnya??dan istilah penguatan misal 5 x,3x,dll.. itu indikasinya gimana mas?? :P heeheehe banyak tanya biar g tersesat dijalan gan

    • chandramde
      August 25, 2010 at 9:30 am

      Hasan:
      Coba deh terapkan rangkaian diatas, insya Allah berhasil. Rangkaian tersebut sudah sering saya gunakan untuk aplikasi sensor suhu LM35.

      Faktor penguatan disesuaikan dengan kebutuhan. Misal, aplikasi kita hanya mengukur suhu antara 0-60°C, maka untuk menghasilkan resolusi yang optimal, kita bisa melakukan penguatan maksimal sebesar ±8,3 kali untuk ADC dengan range tegangan input 0-5V.

      Selamat belajar! :D

  42. chandramde
    June 19, 2010 at 12:02 pm

    anak belajaran:
    Kalau dari range temperaturnya, LM35 cocok untuk aplikasi tersebut, hanya saja yang perlu diperhatikan adalah karena kondisi lingkungan yang relatif lembab, maka perlu dipikirkan untuk mengkondisikan LM35 supaya tahan terhadap kelembaban.

    Selamat mencoba! :D

  43. satriya
    June 23, 2010 at 5:56 am

    mas mw ? neh!!!
    capasitor CDS1 100nf c buat p!
    oh y mas resistor 150k susah didapat mas kalo diganti 330k dengan 100k gimana!!! keluarnya lebih besar dari 75k kra2 sebesar 76. sekian lah!! apa pengaruhnya mas!

    • chandramde
      July 24, 2010 at 7:58 am

      Kapasitor CDS1 100nF itu untuk stabilitas tegangan LM35. Posisinya pada PCB berdekatan dengan LM35. Penggunaan kapasitor ini direkomendasikan oleh pembuat LM35.

      Resistor 75K dapat dibentuk dari 2 buah resistor 150K yang diparalel, akan tetapi tidak harus demikian, asal nilainya 75K ± 5% masih oke.

      Demikian, Mas Satriya. :D

  44. aby
    July 6, 2010 at 9:27 am

    aku izin copy tulisan ini ya…skalian bwt blajar Insya Alloh…

    • chandramde
      July 24, 2010 at 8:01 am

      Silakan, boleh juga disebarkan kepada rekan-rekan yang lain agar lebih bermanfaat :D

  45. lutfi
    July 23, 2010 at 5:34 pm

    mas, kalo LM35 bwat ngukur suhu air caranya pake antena teleskopis gambarannya seperti apa???

    makasih

    • chandramde
      July 24, 2010 at 8:03 am

      Untuk pengukuran suhu dalam air menggunakan LM35, maka LM35 dapat dimasukkan ke dalam potongan antena teleskopik kemudian ditutup lubang-lubangnya menggunakan glue-gun atau resin.

      Demikian, Mas Lutfi. :D

      • Zabib
        August 21, 2010 at 12:06 pm

        Mz…RF 1K5 itu resistor pa, besarnya brp?? kok aneh gitu..

  46. August 24, 2010 at 3:24 pm

    MAS,AKU BUTUH BANTUAN BANGET INI..MINTA TOLONG BANGET DAH….LAGI BUAT TA…
    SAYA BUAT PENGUKUR SUHU MENGGUNAKAN LM35 PAKAI ATMEGA8535.DI OUTPUT LM35 SAYA UKUR MENGGUNAKAN MULTI DIGITAL TEGANGANNYA BERKISAR ANTARA 25,31 SAMPAI 25,38.KEMUDIAN OUTPUT TADI SAYA TAMPILKAN PADA LCD MENGGUNAKAN PROGRAM BASCOM. TAPI KENAPA YA HASIL YANG DIUKUR DILCD ANTARA 24 SAMPAI 26 TERUS BEGITU TIDAK SETABIL. PADAHAL OUTPUT DISENSOR LM35 SENDIRI SAYA UKUR DENGAN MULTI DIGITAL TEGANGAN SUDAH STABIL.WALAUPUN TERJADI PERUBAHAN TEGANGAN TAPI TIDAK SAMPAI SEJAUH ITU…..MOHON PENCERAHANNYA…….

  47. chandramde
    August 24, 2010 at 3:32 pm

    Zabib:
    RF1 itu resistor 1/4W biasa, ukurannya 1K5 ohm. :D

  48. August 24, 2010 at 3:35 pm

    OIYA SATU LAGI MAS, CDS1 100nf itu kapasitor apa ya??keramik,plastik,atau elektrolit
    ?????

  49. August 24, 2010 at 3:35 pm

    OIYA SATU LAGI MAS, CDS1 100nf itu kapasitor apa ya??keramik,plastik,atau elektrolit
    ????????

  50. chandramde
    August 24, 2010 at 3:37 pm

    Ardi:
    Itulah mengapa perlu adanya regulasi tegangan suplai untuk LM35 dan filter. Selain itu, perlu juga diperhatikan tentang resolusinya. Resolusi dapat ditingkatkan dengan menguatkan tegangan keluaran LM35 hingga optimal di range ADC. Jadi, jika menggunakan ADC dengan range 0-5V, maka idealnya tegangan keluaran LM35 perlu dikuatkan sebesar 5 kali.

    Resolusi ADC bisa juga ditingkatkan dengan mengatur tegangan referensi ADC untuk disesuaikan dengan nilai tegangan keluaran maksimum sensor.

    CDS1 100nF itu boleh keramik atau mylar.

    Selamat belajar! :D

  51. August 25, 2010 at 8:56 am

    oh gitu..thks mas..ntar saya coba dulu…

  52. fery
    September 9, 2010 at 10:17 am

    ass. salam kenal
    saya mw tanya, kalau pakai program code vosion AVR output dari LM 35 agar bisa dibaca mikro ATmega8535 utk mengeluarkan logika 0 pada PORT D.0 bgmana setting mkronya yah??????
    and output lm35 dimasukan ke port mana yg bagus????

    mkasih sblmnya

    • chandramde
      October 18, 2010 at 9:12 pm

      Wa’alaikumsalaam, salam kenal balik.
      Dengan menggunakan ATmega8535, Mas Fery bisa menghubungkan keluaran sensor ke salah satu pin ADC0-ADC7.
      Demikian, Mas Fery. :D

  53. September 11, 2010 at 4:23 pm

    om,..mo tanya sensor untuk menghasilkan energi panas kira2 ada tdk ya???

    • chandramde
      October 18, 2010 at 9:20 pm

      Mas Bayu, salah satu contoh sensor pendeteksi panas adalah sensor suhu seperti LM35. Sensor suhu berfungsi mengubah besaran suhu menjadi besaran listrik.

      Sedangkan yang menghasilkan panas adalah heater, yang mengubah besaran listrik menjadi kalor.

      Demikian, Mas Bayu. :D

  54. ismail
    September 15, 2010 at 2:29 pm

    mas tolong donk diajari membuat program di mikrokontroller atmel

    • chandramde
      October 18, 2010 at 9:22 pm

      Mas Ismail, memang belum banyak tulisan saya yang membahas tentang pemrograman mikrokontroler, ditunggu saja deh Mas. :D

  55. unick
    September 22, 2010 at 10:17 am

    pak,,, saya sedang membuat alat pengukur suhu yang bisa ditampilkan ke LCD dan Laptop,, interface maksudnya,,, kira2 rangkaian apa ajah yang saya perlukan?
    saya pke ic atmega8535,lm35,lcd 16×4
    selain sistem minimum atmega8535, apa lagi ya pak?
    rangkaian lm35 itu bisa saya pake gak?
    trus lcd rangkaiannya ada tidak pak? sekalian buat nampilin ke laptop gimana caranya? trims pak,,, mohon dijawab,, ^^

    • chandramde
      September 23, 2010 at 1:46 pm

      Yang diperlukan adalah: rangkaian sensor suhu LM35, rangkaian LCD, rangkaian konverter TTL/RS232, dan tentunya minimum system ATmega8535.

      Mau dibuatkan skematiknya? Saya kasih harga spesial deh… :D

  56. unick
    September 25, 2010 at 6:56 pm

    saya skematik at8535 udah buat kok,,, rang sensor suhunya pke punya bapak diatas tuh bisa kan??
    cuma rangkaian ttl/rs232 masih bingung,, di artikel bpk yang lain ada membahas tp untuk starduino. bisa dipake ke rangkaian saya tidak? buat nampilinnya pke software apa ya? trims,,,

    • chandramde
      October 18, 2010 at 10:01 pm

      Rangkaian LM35 diatas dapat digunakan. Untuk rangkaian konverter TTL/RS232 bisa menggunakan IC Max232 atau transistor seperti pada tulisan berikut: http://telinks.wordpress.com/2010/08/06/konverter-rs232-to-ttl-ala-arduino/

      Untuk menampilkan suhu pada PC, bisa digunakan software Hyperterminal. Kalau ingin ditampilkan dalam bentuk grafik, bisa menggunakan Delphi/Lazarus atau VB.

      Demikian, semoga dapat sedikit membantu. :D

  57. gilang
    October 3, 2010 at 12:27 am

    ASSALAMUALAIKUM…………

    PAG KENALIN SAYA MAHASISWA TEKNIK KOMPUTER….
    SAYA BERENCANA DARI DINI MAU BUAT TUGAS AKHIR ALAT UNTUK ANTI MALING ATO SEMACAM D AKUARIUM BISA MEMBACA IKAN,.,.,KIRA KIRA BISA NGGAK PROYEK SAYA INI PAK…. TRUS SAYA DISINI SANGAT SULIT SEKALI BELI KOMPONEN” UNTUK PROYEK INI……

    KALO BISA TLG KIRIMI K EMAIL SAYA YAH PAK gilanggrunge@yahoo.co.id
    mulai dari komponen apa aja yg di butuhkan

    trus bapak jualan komponennya nggak bisa beli d bapak ngga?

    • chandramde
      October 18, 2010 at 10:09 pm

      Wa’alaikumsalaam, salam kenal Mas Gilang.
      Proper Prior Preparation Prevents Poor Performance. :D
      Kalau membutuhkan bantuan, silakan langsung menghubungi saya melalui email atau sms.
      Terima kasih.

  58. gilang
    October 3, 2010 at 12:28 am

    saya mahasiswa d palembang pak…….
    jd sangat sulit mendapatkan komponen”

  59. firman
    October 18, 2010 at 7:52 pm

    mas sebelumnya minta maaf karena menganggu . KLO MO BIKIN PENGATUR 2 BLOWER OTOMATIS PAKE SENSOR LM35 GEMANA ? MIS : SUHU 40 C BLOWER 1 NYALA, SUHU 50 C BLOWER 1 & 2 NYALA, BEGITU SUHU TURUN 40<x<50 C BLOWER 1 MATI,SUHU <40 BLOWER 1 &2 MATI, MOhon pencerahannya ya mas. :D

  60. firman
    October 18, 2010 at 7:55 pm

    itu maksud saya pake microkontrolel mas chandra. kira2 sintacnya gimana? klu misalnya maw di tambah tampilan suhu ke seven segment kira2 gimana ya?? pusing@@. mohon bantuannya ya mas. ^^

    • chandramde
      October 18, 2010 at 10:19 pm

      Untuk sistem seperti itu, mikrokontroler AVR dengan ADC internal dapat digunakan.
      Jika membutuhkan bantuan, silakan menghubungi saya melalui email atau sms.
      Demikian, Mas Firman. :D

  61. Nurmas
    October 30, 2010 at 9:07 pm

    ikut nanya juga…
    saya dapat kendala saat suhu yang tertampil di LCD ternyata beda dengan suhu asli ruang… yg tertampil di LCD 30C, termo_ruang 27C….
    rangkaian saya dari LM35 langsung ke Mikro tanpa ada penguat op-amp lainnya, maksud saya pengen mendapatkan hasil yang benar2 asli dari LM35…
    kira2 kalo tanpa op-amp bisa g ya akurat?

  62. wempy
    November 1, 2010 at 11:52 am

    wah sangat membantu bgt untuk poyek bulananq nich, tanya mas, klo untuk tampilan hasil dr output LM 35 ke komputer pake port paalel DB25 , gmn caranya yach…..??

  63. bheny
    December 10, 2010 at 11:11 am

    ass.
    mas, help me.,
    q mau buat pengukuran suhu ruangan,. inputnya LM35, outputnya LCD 16.4. dengan melalui prhitungan ADC di at8535.
    untuk LM35nya apakah “harus” pake rgkaian filter diatas y mas..
    dan klu dhubkan “lgsung” bisa ga?
    plis rep. mksih

  64. robby
    December 10, 2010 at 2:44 pm

    mas candra..lamkenal…..

    maaf mas yang saya tanyakan bukan mengenai sensor suhu di atas…
    tapi saya mau sedikit curhat aja…saya kuliah di jurusan elektro tapi slma 5 smster kuliah d jurusan ini saya kok tetep belum paham untuk membuat rangkaian sendiri…..
    misalnya IC trus resistor dan segala macam d rangkai untuk membuat suatu kegunaan tertentu….
    mohon bimbingannya biar bisa memahami hal2 kaya gtu saya hrus belajar mulai dari mana y mas???
    trus buku apa yang tepat untuk saya pelajari????
    soalnya saya sbntar lagi juga TA tp blum ada yg bisa saya pahami tentang rangkaian mikro….

  65. riri
    December 13, 2010 at 1:57 pm

    slm knal mas chandra,,,,,

    perkenalkan saya ririr mahasiswa pertanian,,,sy ingin mengmbl jdl skripsi “pengntrlan suhu kandang ayam berbasis mikrokontroler,,

    yang ingin saya tanyakan adalah
    1. apakah mungkin jdl ini diangkat menjadi skripsi?
    2. brp banyak sensor suhu LM35 yg dibutuhkan (ukruan kandang 1m x 1m x 1m)?
    3. brp biaya yg hrus disiapkan untuk keseluran rangkaian,,sensor,,dan aktuator (maklum sy bta hrga kompnen elektronik),,
    terima kasih sebelumnya atas pncrahnya

  66. ardi
    January 3, 2011 at 12:04 am

    mas candra salam kenal ya,saya mahasiswa baru di teknik elektro.sya jg baru pakai program protel for windows 1.5,mohon bimbinganya untuk membuat footprint baru di program itu.trimakasi

  67. fahmy
    May 14, 2011 at 12:19 pm

    mas chndra, saya fahmy, mw nanya saya kan juga pake LM35DZ, bermasalah terus dengan ripple. saya udah pake penguat opamp, dan supplyny juga udah dikasih filter pke kapasitor. pas saya coba di project board hasilnya lumayan bagus. Tapi setelah saya bikin rangkaian di PCB, trus kabel LM35nya saya perpanjang kq muncul ripple lg. Apakah perpanjangan kabel juga menyebabkan ripple? gimana mengatasinya?? thx mas sebelumnya…

  68. sulistiyo
    August 2, 2011 at 4:31 pm

    Mas

    Saya mau tanya ni
    apa bisa pengaturan suhu ini di gunakan untuk mendeteksi suhu air (dengan kata lain sensor suhu akan berada di dalam air)

    Apakah kita bisa mendapatkan output lebih dari 1 ??
    Misalnya,
    Saat suhu 30 C mengeluarkan output 24 V Dc
    Saat suhu 50 C mengeluarkan output 24 V Dc
    Saat suhu 75 C mengeluarkan output 24 V Dc

    Dimana kita bisa mendapatkan modul ini ?

    Tolong di emailkan jawabanya siapa tau kita dapat bekerjasama mas

    iwan_sulis_tiyo@yahoo.co.id

  69. October 5, 2011 at 6:12 pm

    Ass.Mas, blognya bagus banget. menambah pengalaman saya,

    • chandramde
      October 6, 2011 at 7:01 am

      Wa’alaikumsalaam. Syukur alhamdulillah jika bisa bermanfaat.
      Terima kasih.

  70. mr.cb
    October 28, 2011 at 11:51 am

    Mas, saya udah nyobain rangkaian yang diatas. Tapi anehnya, ketika output dari LM 35 disambung langsung ke pin mikro, pembacaan ADC malah cenderung lebih stabil dibandingkan kalo dirangkai pake yang di atas. Justru rangkaian di atas malah gak stabil sama sekali. Padahal keluaran dari op-amp stabil (diukur pake multimeter). Kira-kira apanya yang salah ya mas?Thx.
    FYI, saya pake ATMEGA32, ADC 10 bit, Aref 5 V.

    • chandramde
      November 1, 2011 at 9:15 pm

      Mas Adi, fakta yang harus diperhatikan adalah keluaran dari op-amp stabil. Akan tetapi hasil konversi dari ADC pada program kok berubah-ubah (tidak stabil).
      Oleh karenanya perlu dicek konfigurasi ADC pada program inisialisasinya. Untuk amannya, selalu gunakan frekuensi yang paling rendah. Kemudian gunakan tegangan referensi ADC yang sesuai dengan range keluaran dari rangkaian sensor+op-amp.
      To All: Saya pernah mendapati ‘keanehan’ pada beberapa IC mikrokontroler yang telah saya beli (ATmega8A), bahwasanya, ketika ADC running dengan setting tegangan referensi 2,56V (Internal), maka hasil konversinya tidak pernah stabil. Akan tetapi ketika digunakan referensi VCC, maka hasil konversinya normal (stabil). Mungkin IC mikrokontrolernya kurang normal (defected).
      Jadi, jika tegangan output op-amp sudah stabil, tapi hasil konversi ADC tidak stabil, maka perbaikilah settingan ADCnya.
      Demikian, Mas Adi. Semoga bermanfaat.
      Selamat bereksperimen! :D

  71. van
    January 14, 2012 at 5:26 pm

    mas..saya mau konsultasi sedikit mengenai lm35 :D
    sejauh pengetahuan saya, pada plc kan bisa menerima input adc (saya pakai PLC schneider). jadi yg mau saya tanyakan itu, apa mungkin output(setelah dkuatkan) yg 0-5 volt itu di baca oleh PLC?
    ada perbedaan gak antara output dr LM35 yg dibaca oleh atmega atau plc? apa perlu rangkaian tambahan?
    terima kasih sebelumnya :)

    • March 20, 2012 at 5:04 am

      Untuk mikrokontroler, bisa digunakan Modul LM35AVR yang siap-pakai untuk antarmuka ke mikrokontrler jenis AVR (output modul 0-5V).
      Untuk PLC/Zelio, bisa digunakan Modul LM35ZELIO yang siap-pakai dengan output 0-10V.
      Keduanya dapat Anda pesan melalui situs: http://teknikelektrolinks.com.
      Terima kasih.

  72. firman
    February 14, 2012 at 3:33 pm

    assalamua’laikum ..
    mau nanya ne mas, persamaan untuk sensor suhu selain Lm35 tuh bisa pake apalagi yaa, trus saya cari di kota saya LM35 tuh susah banget carinya, saya perlu banget sensor suhu LM35 mas buat rangkaian saya ..
    mohon bantuannya mass ??

    makasih ..

    • March 20, 2012 at 5:06 am

      Wa’alaykumsalaam.
      Jika ingin memesan sensor suhu LM35 atau modul sensor yang siap-pakai, silakan menghubungi kami melalui email: chandra@teknikelektrolinks.com, atau SMS ke 081231784018.
      Terima kasih.

  73. June 12, 2012 at 3:25 pm

    halo mas saya ada tugas uas disuruh membuat rangkaian sensor suhu, jadi kalo suhu 30 derajat maka led menyala dan jika suhu dibawah 30 derajat maka led mati. apa mas candra punya rangkaian ini?

    • June 13, 2012 at 3:20 pm

      Wah, menarik sekali tugasnya. Mas Ardi bisa menggunakan rangkaian sensor suhu yang sudah ada dan menggabungkannya dengan rangkaian komparator menggunakan opamp. Selamat bereksperimen! :)

  74. tony
    June 13, 2012 at 11:45 am

    Assalamu’alaikum.
    Pak mau nanya nih dasarnya dikasih LPF 1 kHz apa ya? saya cari2 di data sheet belum nemu dalilnya….trims pak….

    • June 13, 2012 at 3:19 pm

      Wa’alaykumsalaam. Di artikel sudah saya cantumkan download link untuk Anti-Aliasing Analog Filter For DAQ Systems. Silakan di download.

      • tony
        June 23, 2012 at 4:56 pm

        Assalamu’alaikum. Trims pak link-nya, jd mudeng. Mo nanya lg nih, sy rencana pake arduino uno :
        1. apa betul vreff internal adc-nya 5 volt?
        2. klo pake vcc dr baterai 9 volt + 7805 di opamp sama LM35 bisa nambah kestabilan rangkaian?
        maaf byk nanya pak krn dah lama ga ngerjakan rangkaian (lulus POLINEMA 2003) skrg lg diklat metrologi di kementrian perdagangan

      • June 30, 2012 at 11:00 am

        Wa’alaykumsalaam.
        1. ADC Arduino UNO (ATmega328) bisa dipilih antara 5V, 2.56V, dan 1.1V
        2. Untuk sederhananya, gunakan LM35 dengan filter tanpa penguatan, trus ADCnya pakai referensi 1.1V, hasilnya insya Allah sudah bagus.

        Demikian, Mas Tony. Semoga dapat sedikit membantu.

  75. tony
    July 1, 2012 at 1:02 pm

    Chandra MDE :
    Wa’alaykumsalaam.
    1. ADC Arduino UNO (ATmega328) bisa dipilih antara 5V, 2.56V, dan 1.1V
    2. Untuk sederhananya, gunakan LM35 dengan filter tanpa penguatan, trus ADCnya pakai referensi 1.1V, hasilnya insya Allah sudah bagus.
    Demikian, Mas Tony. Semoga dapat sedikit membantu.

    Maaf pak baru online….siip klo ga pake opamp bs hemat biaya he2…caranya menentukan reff 1.1 v bgmn caranya pak? trims pak……

  76. grace
    July 10, 2012 at 7:50 am

    maksud dari self heating yang rendah itu apa? apa LM35 mudah menjadi panas atau sebaliknya??

    • July 10, 2012 at 8:56 am

      Self-heating adalah efek naiknya suhu sensor yang diakibatkan oleh arus yang mengalir pada sensor. Idealnya nilai self-heating adalah sekecil-kecilnya.

  77. abdul
    July 10, 2012 at 10:59 am

    Saya mau Tanya kalau kit Modul LM35 Mikro itu bisa baca suhu buat berapa digit decimal ya.>??? ex:(31.53 = dua digit decimal)

    terima kasih

    • July 10, 2012 at 5:28 pm

      Modul LM35 Mikro berfungsi mengubah besaran suhu yang ditangkap oleh sensor LM35 menjadi besaran listrik tegangan 0-5V DC.
      Secara besaran tegangan terukur, dua digit desimal itu bisa dihasilkan. Namun demikian, akurasi sensor LM35 adalah 0,5C. Jadi, untuk lebih baiknya, gunakan sensor suhu dengan akurasi yang lebih baik.

  78. Bony
    September 23, 2012 at 11:51 am

    Misi Mas Chandra
    mau tanya kalo mau nampilin hasil pengukuran suhu dari mikro di tampilan PC pake software apa ya?? (Delphi atau semacamnya gt??) mhon pnerangannya gan. .

  79. saeful
    October 8, 2012 at 8:39 pm

    mas mo nanaya,, bli ML 35 dmna ya….ko ga nemu2 ya…trimsss

    • October 15, 2012 at 12:26 pm

      Bisa beli online di toko-toko online.

  80. rizal
    April 3, 2013 at 1:40 am

    gan, mau nanya sensor ini bekerja pada suhu brpa drjt selsius?

  81. pemberontak
    June 17, 2013 at 6:19 pm

    rangkaian ini bisa conect ke PLC ga??

  82. danis
    August 13, 2014 at 11:33 pm

    Mas kapasitor 100nF itu kata mas untuk stabilitas tegangan LM35, kenapa harus pake yg besarnya 100nF, kalau lebih besar gmn? apa jadi lebih stabil?

    • August 14, 2014 at 7:21 am

      Entahlah, filter catudaya untuk rangkaian digital biasanya 100nF.

  83. danis
    August 14, 2014 at 9:13 am

    Mas sy mau tanya lg tentang sensor suhu LM35,
    1. mas kan sensor suhu LM35 banyak jenis nya kenapa lebih banyak yg pake jenis LM35DZ? apa sebenernya LM35 = LM35DZ ?
    2. sensor LM35 itu sendiri apa ada yg jual selain yg ada penambahan kode2 huruf di belakangnya?
    3. Range suhu sensor LM35DZ kan 0-100C, tapi kalau kita ukur ke objek yang bersuhu 105C itu gimana mas? apa masih bisa terbaca? atau sensor nya rusak?
    Trima kasih

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 161 other followers

%d bloggers like this: