Berinteraksi Dengan Board Mikrokontroler FORTHUNER46 Menggunakan Linux


FORTHUNER46 adalah board sistem minimum mikrokontroler AVR ATmega8 yang telah ditanami sistem operasi Avise (Forth). Avise adalah AVR Virtual Stack Engine, yakni implementasi Forth untuk AVR ATmega yang dibuat oleh sebuah perusahaan asal Jerman.

Dengan board ini, kita bisa mengeksplorasi mikrokontroler secara interaktif tanpa perlu menggunakan alat tambahan seperti programmer (USBASP, AVRISPMKII). Bahkan, kita juga tidak memerlukan IDE dan Compiler semacam AVR-GCC, CVAVR dan BASCOM.

Spesifikasi Hardware FORTHUNER46

  • Mikrokontroler ATmega8A – DIP
  • Running menggunakan clock internal 8MHz
  • Interface Serial RS232 DB9/Female
  • Baudrate komunikasi serial 19200
  • LED Indicator pada pin PB5 (pin13 kalau pada board Arduino)
  • Buzzer pada pin PD2 dengan jumper
  • Dual port untuk power supply, yakni socket bulat dan terminal screw
  • Jumper pin RX dan TX. Jika jumper terhubung, pin RX/TX mikrokontroler terhubung ke konverter RS232/TTL ke port DB9. Jika ingin menggunakan modul USB/TTL bisa ditancapkan melalui pin RX/TX dengan melepas jumper terlebih dahulu.
  • Mengekspose seluruh pin GPIO ATmega8 dengan konektor berupa single male-header

 

Penampakan Board FORTHUNER46

Untuk berinteraksi dengan board FORTHUNER46, kita membutuhkan program terminal seperti Hyperterminal, TeraTerm, Putty, picocom, minicom dan lain-lain. Untuk sistem operasi Windows, saya membuat program sederhana untuk berinteraksi dengan FORTHUNER46. Program ini saya buat menggunakan interpreter ThinBASIC dan masih dalam tahap pengembangan. Namun demikian, program ini sudah bisa digunakan untuk bereksperimen dan memrogram board FORTHUNER46. Berikut adalah tampilan programnya.

Baca: Membuat Sendiri Sequential-Relay / Sequential-Timer Menggunakan Board FORTHUNER46

picocom

Untuk berinteraksi dengan board FORTHUNER46, saya menggunakan program picocom. Program opensource ini ringan dan mudah digunakan. Untuk berinteraksi dengan FORTHUNER46, kita bisa menghubungkan board ke komputer (melalui port serial atau menggunakan USB/Serial) dan menjalankan program picocom dengan perintah:

$ picocom /dev/ttyS0 --baud 19200 --imap crcrlf --omap delbs

/dev/ttyS0 adalah port serial COM1 pada sistem operasi linux. Jika menggunakan kabel USB/Serial, nama portnya /dev/ttyUSB0 atau /dev/ttyUSB1 atau /dev/ttyUSB2 dan seterusnya, bisa dicek dengan perintah

$ ls /dev/ttyU*

Baudrate yang digunakan board FORTHUNER46 adalah 19200, oleh karenanya kita harus mengeset parameter –baud 19200.

–imap crcrlf berfungsi untuk mengganti setiap CR (Carriage-Return) yang masuk (diterima) menjadi CRLF (Carriage-Return dan LineFeed). Ini perlu karena Avise hanya memberikan CR pada setiap akhir baris data yang dikirimkannya.

–omap delbs berfungsi untuk mengganti DEL dengan BACKSPACE sebelum dikirim ke FORTHUNER46. Ini juga penting agar kita bisa mengedit baris yang kita ketik sebelum menekan tombol ENTER.

Berikut ini adalah tampilan program picocom yang berinteraksi dengan FORTHUNER46.

 

Instalasi picocom

Menginstalasi program picocom pada sistem linux seperti Debian, Ubuntu atau turunannya, perintahnya adalah:

$ sudo apt-get install picocom

Jika Anda berminat ingin mempelajari kode program picocom, Anda bisa melakukan kloning dengan perintah:

$ git clone https://github.com/npat-efault/picocom.git

Selanjutnya kita bisa melakukan kompilasi program picocom dengan perintah:

$ cd picocom
$ make

 

Kelebihan Forth

Dengan Forth, kita bisa membuat sistem mikrokontroler yang memiliki interpreter dan kompiler dalam satu sistem, sehingga kita tidak memerlukan lagi IDE dan KOMPILER seperti AVR-GCC, CVAVR atau BASCOM untuk memrogram mikrokontroler. Cukup dengan program terminal, kita bisa memrogram mikrokontroler secara interaktif.

 

Sistem Forth Dengan Koneksi Wi-Fi

Jika FORTHUNER46 memerlukan kabel serial yang terhubung ke komputer untuk dapat berinteraksi, maka tidak demikian dengan WIFI-IOIOIO.

WIFI-IOIOIO adalah sistem mikrokontroler dengan sistem operasi Forth yang dilengkapi dengan komunikasi berbasis Wi-Fi. Dengan demikian, kita bisa melakukan interaksi secara wireless melalui koneksi Wi-Fi. Kita dapat memrogram mikrokontroler secara interaktif menggunakan laptop atau gadget Android.

 

Sangat menarik, bukan?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s