Jangan COBA-COBA Pakai Linux, Tapi SERIUSLAH!


Mengapa demikian? Karena kalau cuma coba-coba, kita hanya akan kehilangan waktu dan tenaga tanpa menghasilkan sesuatu yang kreatif dan berdaya guna. Dan ingat, bukan hanya waktu dan tenaga yang tersia-siakan, tapi juga kopi dan juga rokok (bagi yang merokok). Hehehe…😀

Nah, setelah lama hanya bermain-main dan mencoba-coba saja sistem operasi linux tanpa banyak menghasilkan sesuatu yang kreatif dan bermanfaat, akhirnya saya memutuskan untuk lebih serius menggunakan sistem operasi gratisan ini. Dan distro linux yang menjadi pilihan saya adalah Knoppix.

myknoppix

Mengapa Knoppix? Tidak ada alasan spesial. Namun demikian, mungkin alasan yang paling mendasar bagi saya adalah karena Debian adalah distro linux yang paling saya kenal karena cukup lama menggunakan Debian Release 3.0 alias “Woody” dan sempat mengerjakan proyek kecil-kecilan. Dan Knoppix adalah turunan dari Debian. Setelah Debian “Woody”, saya bermain-main dengan beberapa mini distro seperti DSL, sliTaz, Tiny Core, dan DeLi Linux (cek postingan-postingan DeLi Linux di: https://telinks.wordpress.com/?s=deli%20linux). Cukup lama juga bermain-main dengan DeLi Linux karena waktu itu ingin sekali mendayagunakan komputer jadul sebagai workstation linux.

Lantas, mengapa bukan Ubuntu? Sejujurnya saya lebih merekomendasikan Ubuntu karena popularitasnya yang sangat tinggi sehingga tentunya lebih banyak referensi dibanding distro lain. Dan saya pun juga menggunakan Ubuntu. Sebelum menggunakan Knoppix 7.0.5 saya menggunakan Ubuntu 10.04. Akan tetapi karena koleksi software Ubuntu Lucid Lynx ini tergolong obsolete, akhirnya saya berganti memilih Knoppix 7.0.5 yang kira-kira setara dengan Ubuntu 12.04. Karena sama-sama turunan Debian, maka tidak banyak beda diantara keduanya. Dan asal tahu saja, Knoppix adalah distro linux pertama yang saya kenal dan gunakan.😀

Nah, untuk membuktikan keseriusan saya dalam menggunakan linux, maka saya telah melakukan instalasi berbagai software yang berhubungan dengan pekerjaan yakni antara lain:

  • Arduino 1.0.1 – IDE Arduino
  • AVR-GCC – Compiler C untuk mikrokontroler AVR
  • SDCC – Small Device C Compiler untuk mikrokontroler 8051
  • UISP – AVR/89S Programmer
  • AVRDUDE – AVR Programmer
  • GCC
  • Python + Tkinter
  • PyParallel – Modul python untuk akses port LPT
  • PySerial – Modul python untuk akses port serial
  • PyUSB – Modul python untuk akses port USB
  • Java (OpenJDK)
  • Lazarus 0.9.30/Free Pascal 2.6.0
  • Apache Web Server + PHP
  • gEDA – Schematic Editor dan PCB Designer
  • kicad

Dan tentunya saya juga melakukan beberapa pengujian untuk meyakinkan bahwa saya dapat bekerja dengan baik menggunakan linux. Berikut adalah beberapa hasil pengujian saya menggunakan Knoppix 7.0.5.

Menjalankan Just BASIC 1.01 Menggunakan Wine 1.5

knoppix

Akses Port LPT (Python + PyParallel)

pyparallel_knoppix

Akses Port LPT (Free Pascal + Unit x86)

testlpt_fpc_knoppix

testlpt_run_knoppix

Akses Port USB (Lazarus/Free Pascal + libusb)

usb2rel_lazarus_knoppix

Akses Port USB (Python + PyUSB)

usb2relgui_knoppix

Nah, semoga dengan memiliki PC khusus dengan sistem operasi linux, saya bisa lebih banyak belajar dan mengkontribusikan karya yang bermanfaat untuk komunitas pengguna linux di Indonesia.

Kesimpulan:
Jangan COBA-COBA Pakai Linux, Tapi SERIUSLAH. Hehehe…😀

Selamat belajar dan selamat berkarya!

😀

One comment

  1. iwanefendi27 · Oktober 26, 2014

    Kerenn Artikelnya….🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s