Tutorial Starduino: Up & Running + LED Blinking Program


starduino_board

Starduino Board adalah sebuah board mikrokontroler AVR ATmega8 yang telah ditanami dengan bootloader Arduino. Bootloader Arduino adalah sebuah program kecil yang akan dijalankan sesaat setelah mikrokontroler mengalami reset. Program kecil ini berfungsi untuk memrogram memori flash mikrokontroler sesuai dengan data yang dikirimkan oleh komputer.

Dengan adanya bootloader Arduino, maka Starduino Board tidak memerlukan rangkaian ISP programmer untuk mengisi program ke dalam mikrokontroler ATmega8. Dengan adanya bootloader Arduino, mikrokontroler dapat diprogram melalui port serial atau melalui port USB dengan perantaraan kabel konverter USB-to-RS232. Gambar di atas adalah foto Starduino Board yang terhubung ke port USB dengan perantaraan kabel konverter USB-to-RS232.

IDE Arduino dlengkapi dengan library yang sangat banyak dan mudah digunakan. Dengan menggunakan Starduino Board dan IDE Arduino, kita dapat langsung belajar pemrograman Arduino dan bereksperimen tanpa harus memahami terlebih dahulu mikrokontroler ATmega8. Dengan Starduino Board dan IDE Arduino, kita tidak perlu memahami apa itu register, apa itu fusebits, bagaimana menginisialisasi ADC, PWM, UART, dan lain-lain.

Bagusnya lagi, program IDE Arduino tersedia untuk semua platform. Jadi apapun sistem operasi yang Anda gunakan, Anda dapat menggunakan Starduino Board dan IDE Arduino untuk belajar dan bereksperimen mikrokontroler.

Apa saja yang dibutuhkan untuk mulai bereksperimen dengan Starduino Board? Berikut adalah daftarnya.

  1. Starduino Board (dapat dibeli di http://teknikelektrolinks.com)
  2. Kabel data serial DB9 (termasuk dalam paket pembelian Starduino Board)
  3. Kabel konverter USB-to-RS232, jika menggunakan port USB
  4. Catudaya 9V atau 12V
  5. Program IDE Arduino (CD termasuk dalam paket pembelian Starduino Board)
  6. Projectboard + komponen-komponen
  7. Kabel jumper
    Dan bagaimanakah langkah-langkah pemrogramannya? Berikut adalah penjelasan langkah-langkah pemrograman Starduino Board secara singkat dan insya Allah mudah dipahami.

1. Hubungkan Starduino Board melalui port serial atau port USB dengan perantaraan kabel konverter USB-to-RS232, dan nyalakan catudaya.

2. Jalankan program IDE Arduino

3. Pilih board yang sesuai.

starduino_boardsetup

4. Pilih port serial yang sesuai. Jika menggunakan port serial yang tersedia pada CPU komputer, kita bisa langsung memilih COM1 atau COM2. Akan tetapi jika menggunakan kabel USB-to-RS232, maka kita bisa melihat nomor port serial virtual yang dihasilkan oleh driver kabel pada Device Manager seperti pada gambar berikut ini.

usbserial_dm 

starduino_seport

5. Langkah selanjutnya adalah mengetik program dan meng-upload program seperti ditunjukkan oleh gambar berikut ini.

starduino_upload

6. Setelah upload selesai, IDE Arduino akan secara otomatis mereset Starduino Board. Sesaat setelah reset, bootloader Arduino akan dijalankan dan menunggu adanya komunikasi dari PC selama kurang-lebih 7 detik. Jika dalam 7 detik tidak ada data komunikasi dari PC, maka program mikrokontroler akan dijalankan.

Hasilnya adalah lampu LED pada Pin-13 akan menyala berkedip-kedip dengan durasi ON 500 milidetik dan durasi OFF 500 milidetik.

Penjelasan Program
Program Arduino memiliki 2 buah fungsi khusus yakni setup() dan loop(). Fungsi setup() berisi perintah-perintah untuk keperluan konfigurasi dan inisialisasi. Pada contoh program di atas, fungsi setup() berisi perintah pinMode(13, OUTPUT); yang artinya mengkonfigurasikan Pin-13 agar berfungsi sebagai OUTPUT.

Fungsi loop() adalah fungsi kontroler yang akan dijalankan secara terus-menerus. Dalam fungsi inilah baris-baris perintah kontrol dijalankan secara berulang-ulang selama mikrokontroler diberi daya. Pada contoh di atas, LED akan dinyalakan selama 500 milidetik dan dimatikan selama 500 milidetik. Untuk menyalakan LED digunakan perintah digitalWrite(13, HIGH) dan untuk mematikan LED digunakan perintah digitalWrite(13, LOW). Untuk memberikan tundaan proses selama 500 milidetik digunakan perintah delay(500).

Sangat mudah, bukan?

Dengan menggunakan IDE Arduino, kita tidak perlu memahami register-register yang berkaitan dengan port I/O. Kita bahkan tidak perlu menyebut pin-pin I/O dengan sebutan PORTB.0, tapi cukup dengan pin-0, pin-1, dst sesuai dengan index yang telah diberikan.

Adapun layout pin Starduino dapat dilihat pada gambar berikut ini.

starduino_layout

Demikian sekelumit tentang Starduino Board dan langkah demi langkah mengenai cara pengoperasian dan pemrograman Starduino Board.

Silakan membaca Tutorial Starduino yang lainnya: https://telinks.wordpress.com/?s=tutorial%20starduino.

Untuk informasi harga dan pemesanan Starduino Board, silakan cek di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat belajar!

🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s