Thermostat R100 Untuk Kontrol Otomatis Kipas Angin


Thermostat R100 yang memiliki tegangan kerja dengan range yang lebar yakni mulai 5V hingga 30V memang tidak ada matinya. Dengan output transistor berkapasitas arus kontinyu 1,5-3A, Thermostat R100 siap menggerakkan beban apapun!

Jika Anda membutuhkan kontrol otomatis untuk kipas angin Anda, maka Thermostat R100 adalah solusi yang tepat buat Anda. Dengan penambahan modul relay 5V/12V/24V, maka kipas angin Anda akan ON/OFF pada suhu yang telah ditentukan.

Gambar di atas adalah kombinasi Thermostat R100 dengan Relay SPDT 12VDC. Dengan relay tersebut Thermostat R100 siap diaplikasikan pada sistem kontrol kipas angin ruangan kerja Anda (ramah lingkungan dibanding AC Split, hehehe…). Selain itu, bisa juga digunakan untuk aplikasi sistem pemanas berdaya rendah (untuk daya tinggi, tinggal mengganti relay dengan kapasitas yang lebih besar atau menambahkan relay/kontaktor dengan kapasitas yang besar. Contoh bisa dilihat di sini).

Dimensi Thermostat R100 relatif kecil yakni 60mm x 35mm, sehingga mudah ditempatkan pada peralatan yang dikontrol. Pada exhaust-fan misalnya, Thermostat R100 dapat ditempatkan pada frame exhaust-fan. Demikian juga pada aplikasi kontrol otomatis kipas angin duduk.

Nah, jika Anda membutuhkan kontroler suhu (thermostat) yang ringan dikantong, maka Thermostat R100 adalah jawabannya. Untuk mengetahui harga dari Thermostat R100, silakan mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat berkarya!

😀

4 comments

  1. Guntur Wibisono · Juni 10, 2011

    berapaan ya? saya mau aplikasikan untuk incubator…

  2. yudi s · Agustus 16, 2011

    bisakah thermostat 100 diaplikasikan pada control mesin genset,untuk menjaga keamanan mesin dikarenakan alat kontrol mesin genset sudah rusak dan buatan pabrik /impor…tanks

    • chandramde · Agustus 16, 2011

      Thermostat R100 memiliki output berupa transistor darlington yang siap menggerakkan motor/fan DC maupun relay DC.
      Untuk pengaman, saya sarankan untuk menggunakan Thermostat T100 (tanpa display) atau E103 (dengan display), yang memiliki output berupa relay. Sebagai catatan: suhu pengukuran maksimum sensor LM35 adalah 100 derajad Celcius.
      Demikian, Mas Yudi🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s