Modul Sensor Suhu LM35 Untuk Mikrokontroler AVR


Sensor suhu LM35 merupakan salah satu sensor yang paling populer dikalangan praktisi elektronik, baik pemula maupun profesional. Sensor ini cukup terjangkau harganya dan mudah didapatkan di toko-toko elektronik lokal.

Tak hanya murah, tegangan keluaran sensor yang linier dengan kenaikan 10mV/°C menjadikannya mudah diaplikasikan baik pada sistem analog maupun sistem digital. Lebih lengkap mengenai sensor LM35 dapat dilihatdi: Rangkaian Sensor Suhu LM35.

Foto disamping adalah modul sensor suhu LM35 untuk mikrokontroler ATMEL AVR. Selain untuk mikrokontroler AVR, modul ini dapat juga diaplikasikan dengan keluarga mikrokontroler yang lain, atau dengan rangkaian lain seperti rangkaian ADC untuk akuisisi data atau rangkaian komparator analog.

Modul ini dirancang untuk menskalakan tegangan keluaran sensor LM35DZ yang berkisar antara 0-1V menjadi 0-5V. Sehingga dengan demikian sangat cocok untuk diantarmukakan dengan mikrokontroler ATMEL AVR seperti ATmega8, ATmega8535, ATmega16, maupun ATtiny yang memiliki ADC internal. Dengan menggunakan modul ini, maka range ADC internal 10-bit yang dimiliki AVR akan optimal mengkonversikan suhu antara 0-100°C menjadi bilangan digital 0-0123.

Gambar disamping adalah blok sederhana untuk mengilustasikan koneksi antara modul LM35 dengan mikrokontroler AVR ATmega. GND keduanya harus dipastikan terhubung agar memiliki referensi tegangan yang sama. Jika keduanya menggunakan catu daya yang sama, maka hal ini tidak perlu dikhawatirkan lagi karena pasti GND-nya sudah menjadi satu.

Masalah sepele seperti ini seringkali membingungkan praktisi pemula yang seringkali belum memahami konsep referensi tegangan dengan baik. Namun demikian, tak jarang pula praktisi yang berpengalaman melewatkan atau melupakan hal ini.

Sulitkah program antarmuka modul sensor suhu LM35 dengan AVR? Berikut adalah cuplikan program antarmuka antara modul sensor suhu LM35 dengan board STARDUINO. Keluaran modul LM35 dihubungkan dengan ADC0.

Program membaca data sensor melalui kaki ADC0. Data hasil konversi ADC tersebut kemudian dikalkulasi untuk mendapatkan nilai suhu terukur. Selanjutnya, mikro mengirimkan data ADC dan SUHU ke port serial. Tidak sulit bukan?😀

Dengan menggunakan modul sensor suhu LM35, maka hasil pengukuran besaran suhu akan menjadi lebih akurat dan lebih presisi. Jauh lebih baik hasilnya jika dibandingkan dengan menghubungkan secara langsung kaki keluaran sensor LM35 ke kaki ADC0.

Nah, jika Anda membutuhkan modul ini, silakan langsung mengunjungi situs: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat belajar!

😀

8 comments

  1. bheny · Desember 17, 2010

    berapaan nie…??

  2. abdullah · Desember 22, 2010

    berapaaan + ongkir?

    saya di jakarta

  3. iqbal · Januari 12, 2011

    modul arduino berapa dan sensor lm35 juga?mohon informasinya

  4. jimmy · Januari 16, 2011

    mas bisa minta layotnya donk

  5. tugino wibowo · Mei 1, 2011

    wah nyuwuin mas mantab niki

  6. tugino wibowo · Mei 1, 2011

    wah nyuwun mas manteb niki,,,,,

  7. wiienn · Februari 6, 2012

    minta layout na dunk…thxs ya pak!!

  8. vava · April 20, 2012

    mas bisa minta layout pcbnya ???plis minta tlung ya,lagi butuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s