PLC Ladder – Pemisahan Fungsi Kontrol Auto/Manual Dengan Instruksi Interlock


Seringkali kita diharuskan merancang kontrol mesin dengan mode manual dan mode auto. Jadi mesin harus dapat dikendalikan secara manual atau secara otomatis. Hal ini biasanya untuk mengantisipasi agar mesin dapat tetap dioperasikan ketika kontrol otomatis mengalami gangguan/kerusakan.

Kontrol otomatis mengandalkan sepenuhnya keberhasilan proses terhadap sensor-sensor seperti limit-switch, proximity, encoder, temperature transducer, pressure transducer, dan lain-lain. Selain sensor, kontrol otomatis juga mengandalkan komponen-komponen fungsional seperti timer, counter, dan tentunya programmable controler seperti PLC.

Tatkala kontrol otomatis mengalami gangguan, maka praktis mesin tidak dapat dijalankan secara otomatis. Pada kondisi tersebut, maka jika kontrol dilengkapi dengan mode manual, maka mesin masih dapat dijalankan secara manual, meskipun mungkin kecepatan dan akurasi tidak secepat dan seakurat kontrol otomatis.

Berikut adalah contoh ladder sederhana untuk memisahkan blok kontrol mode auto dan mode manual menggunakan instruksi Interlock.

Network 1 hingga Network 3 adalah blok untuk program kontrol mode manual. Pada contoh ini, mode manual akan mengaktifkan Q1_MAN secara periodik setiap 1 detik. Pada kontrol mesin yang sebenarnya tentu saja programnya tidak akan sesederhana ini.

Network 2 (Manual Task) akan dieksekusi jika kondisi MANUAL = ON, yakni ketika interlock aktif.

Network 4 adalah flicker lampu dengan periode 1 detik. Network ini sengaja saya sisipkan diantara blok manual dan blok otomatis untuk memberikan ilustrasi bahwa diantara kedua blok bisa disisipi program.

Network 5 hingga Network 7 adalah blok program untuk mode auto. Network 6 (Auto Task) adalah program auto yang dalam contoh sederhana ini mengaktifkan Q1_AUTO secara periodik setiap 0,2 detik. Auto Task ini akan dieksekusi jika kondisi AUTO = ON.

Terakhir, Network 8 dan Network 9. Network 8 adalah eksekutor untuk output yang sesungguhnya. Karena logikanya setiap output dapat dijalankan secara manual maupun secara otomatis, maka output Q1 akan aktif jika Q1_MAN = ON atau Q1_AUTO = ON.

Dapat juga working bit yang kita gunakan dalam blok manual dan blok auto diganti dengan bit-bit retentive (HR0000 – HR1915) sehingga statusnya tetap dipertahankan ketika listrik padam.

Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

😀

2 comments

  1. benz · Oktober 19, 2010

    Wah mantaf Mas… makasih ya infonya

  2. chandramde · Oktober 20, 2010

    Terima kasih, sama-sama.

    Selamat belajar!😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s