Contoh Rangkaian Motor Starter Star-Delta (2)


Untuk menjawab pertanyaan Ristwan pada tulisan sebelumnya, maka pada tulisan ini saya berikan contoh rangkaian motor starter star-delta yang dapat digunakan untuk motor yang telah memiliki panel kontrol otomatis, namun motor starternya bukan atau belum menggunakan rangkaian star-delta.

Berikut adalah gambar rangkaian kontrolnya.

Q1 adalah kontak yang bisa berupa selector-switch atau kontak relay/kontaktor dari panel kontrol yang mengendalikan motor. Dengan sedikit modifikasi, maka motor starter yang awalnya menggunakan rangkaian D.O.L, bisa dimodifikasi menjadi star-delta.

Segala aspek akibat penggantian motor starter ini juga harus dipertimbangkan, jangan sampai rangkaian starternya naik level, performa mesin turun level, hehehe…πŸ˜€

Gitu deh, selamat belajar!

πŸ˜€

19 thoughts on “Contoh Rangkaian Motor Starter Star-Delta (2)

  1. Ni dia yang saya tunggu… gak sia2 menemukan blog ini..πŸ˜€, banyak2 terimakasih sudah ngerepotin Mas Chandra. saya ingin segera mengadopsi system stardelta ini namun tetap mempertimbangkan aspek yang lain. adakah batasan pemakaian rangkaian stardelta ini..? karena nantinya motor yang akan saya aplikasikan akan sering melakukan start dan stop tergantung dari system yang berjalan di panel kontrol, maksud saya adakah batasan berapa kali start dan stopnya motor tersebut dalam periode waktu tertentu/misalnya per jam. dan kalo saya mengadopsi starter lain mis: softstart atau inverter apakah ada batasan semacam itu juga, acuanya ke batasan di motornya sendiri atau batasan di softstartnya?. sekali lagi terimakasih sesudah dan sebelumnya.πŸ™‚

    • Star-Delta membutuhkan waktu beberapa detik lebih lama dibanding dengan DOL. Jika power-drivernya menggunakan kontaktor, maka memang tidak boleh terlalu sering on-off karena akan mengakibatkan kontaktor cepat aus. Selang waktu 60 detik off sebelum kontaktor on masih aman.

      Kalau inverter, saya pikir perlu diatur parameter acceleration-time dan deceleration-time, yakni seberapa cepat waktu untuk mencapai rpm yang diinginkan dan seberapa cepat waktu untuk menurunkan rpm menjadi nol.

      Batasannya adalah pada aplikasinya.

      Demikian, semoga bisa membantu.πŸ˜€

  2. Salam kenal,

    mas saya nanya punya diagram rangkaian pompa booster hidup bergantian otomatis dengan mengunakan time delay dan wlc.

    • Salam kenal, Mas Ketut.

      Saya bisa membantu merancang rangkaian tersebut, silakan dijelaskan sedikit lebih detil mengenai skenario aplikasinya supaya lebih tepat solusi rangkaiannya.

      Terima kasih.πŸ˜€

  3. One line diagramnya kok rada aneh…?? Untuk motor 1 phasa gimana yg bener gambarnya dan terminasi di motornya. Kayaknay saya belom pernah lihat star-delta utk 1 phasa, mhon pencerahan.

    • Aneh, gimana Mas? Star-Delta memang hanya untuk motor tiga-fasa dengan spesifikasi tegangan yang sama untuk hubungan star maupun delta.

      Demikian…πŸ˜€

    • @Mas Halimun = sepengamatan saya itu bukan one line/single line diagram deh mas, itu three line. Untuk power contactornya, mas Chandra mengambil dari phasa “R”

  4. assalamu alaikum mas Chandra…

    Mas…bisa dibantu cara membaca wiring compressor GA 22 tahun 1997.
    Terima kasih sebelum & sesudahnya.

    wassalam

    • Wa’alaikumsalaam…
      Insya Allah saya bisa bantu. Silakan dikirimkan gambarnya melalui email.
      Btw, maaf baru bisa merespon.πŸ™‚

  5. assalamu alaikum mas candra….saya mau tanya jika tombol PB ON ditekan MOTOR tidak mau nyala padahal tidak OVER LOUD

  6. Contoh Aplikasi Plc

  7. Contoh Jurnal Teknik Elektro | Talehpedia.Net

  8. Contoh Aplikasi Internet Relay Chat

  9. Contoh Program C++ Jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s