Mengubah PC Kuno Menjadi Lab Mikrokontroler dan Linux – Bagian 2


Memilih Distro Untuk PC Kuno
Jika pada Bagian 1 dijelaskan tentang sekelumit apa dan mengapa yang menjadi latar belakang dan tujuan proyek kita ini, maka pada bagian kedua ini kita akan memasuki tahap pertama dalam mewujudkannya, yakni memilih distro linux yang sesuai (optimal) untuk PC Kuno kita. Sesuai berarti dapat mengoptimalkan segala resource yang dimiliki oleh PC Kuno kita. Sesuai juga berarti dapat mendukung tujuan kita yakni mengubah PC Kuno menjadi Lab Mikrokontroler dan Linux.

Dalam proyek ini, PC Kuno yang menjadi target adalah IBM PC 300GL dengan spesifikasi sebagai berikut:

  • Processor Intel Pentium-I 200MHz MMX
  • RAM 64MB
  • Harddisk Drive 540MB
  • CDROM 24x
  • Monitor VGA 14β€³
  • VGA Card Cirrus Logic GD5446 2MB RAM
  • 2 Serial Port RS232
  • 2 USB Port
  • 1 Parallel Port LPT
  • 10/100 MBPS LAN Card
  • 1 ISA I/O Card Programmable-Peripheral Interface 8255
  • Fixed-Disk Drive 3.5β€³

Spesifikasi yang perlu diperhatikan dari PC Kuno kita ini adalah kapasitas harddisk-nya yang hanya 540MB. Memang kecil, kurang-lebih hanya seperempat kapasitas flashdisk yang biasa kita kantongi. Namun demikian, hal ini justru membuat perburuan distro linux untuk PC Kuno kita semakin menarik.

Selain harddisk, spesifikasi yang juga menarik untuk diperhatikan adalah port USB. Kata pertama yang biasanya muncul dipikiran kita ketika mendengar kata USB adalah flashdisk. Jadi semestinya dengan adanya port USB ini, maka kita harus dapat melakukan transfer data menggunakan flashdisk. Untuk itu, berarti kita harus menggunakan distro linux dengan kernel versi 2.4. Yup, kita harus menggunakan distro linux dengan kernel versi 2.4, tidak kurang dan tidak lebih!!!

Kalau kurang kenapa, Pak? Ya, gak support.πŸ˜€

Kalau lebih, Pak? Ya, lemot.πŸ˜€

Selain port USB, kita akan membutuhkan port paralel LPT sebagai antarmuka pemrograman mikrokontroler. Ada programmer yang mengakses port secara langsung, ada juga yang mengakses lewat /dev/parport0. Kernel 2.4 menyediakan modul ppdev (parallel port device) yang menciptakan file device untuk port paralel. Modul ini harus di-load sebelum menjalankan programmer mikrokontroler semacam AVRDUDE.

Selain menggunakan kernel versi 2.4, distro linux yang kita gunakan juga harus memenuhi beberapa kriteria tambahan, diantaranya adalah:

  • Kecil dan Ringan – Mengingat kapasitas harddisk PC Kuno kita, maka distro berukuran kecil sangatlah cocok. Ringan berarti cepat dalam pengoperasian dan dalam menjalankan program-program aplikasi. Mengingat kapasitas RAM PC Kuno yang tidak besar, maka kriteria ini mutlak diperlukan.
  • Mudah proses instalasinya – Distro linux kita harus mudah diinstalasi sehingga siapapun dapat dengan mudah melakukannya.
  • Mudah dikembangkan (expandable) – Ini penting, karena kita akan banyak melakukan kompilasi program-program untuk Lab Mikrokontroler kita. Oleh karenanya, sebaiknya distro linux yang kita gunakan telah menyertakan development tools yang setidaknya dapat digunakan untuk mengkompilasi program-program yang kita butuhkan.

Distro Linux Dengan Kernel Versi 2.4
Sebenarnya banyak sekali distro linux yang menggunakan kernel versi 2.4, namun akan saya bahas beberapa distro saja, sebatas cukup sebagai contoh perbandingan. Distro-distro tersebut antara lain adalah:

  • Debian
  • Slackware
  • Damn Small Linux
  • DeLi Linux

Debian dan Slackware adalah distro-distro general purpose senior yang sudah pasti memiliki rilis dengan kernel versi 2.4. Distro-distro ini dapat di kastemaiz (hihihicustomize maksudnya) sesuai kebutuhan sehingga seringkali menjadi pilihan bagi pengembang sistem embedded-linux. Akan tetapi hal ini membutuhkan kemampuan yang cukup untuk melakukannya. Dengan demikian Debian dan Slackware kurang memenuhi syarat dalam hal kemudahan proses instalasi. Lebih baik jika mencari distro turunan mereka yang lebih sesuai untuk kebutuhan proyek kita ini.

Ada juga DSL (Damn Small Linux), sebuah distro LiveCD mini (50MB) yang sangat terkenal yang dapat diinstal ke harddisk. DSL yang turunan Knoppix ini sangat cocok untuk PC Kuno. DSL memiliki tampilan grafis yang bagus dan memiliki program-program aplikasi ringan namun handal. Kalau ingin mengubah PC Kuno menjadi desktop untuk sekedar browsing, mengetik dan mengolah dokumen, serta mendengarkan musik, maka DSL adalah distro yang tepat. Akan tetapi masih kurang tepat untuk tujuan kita.

Mengapa, Pak?

Karena DSL tidak memiliki development tools yang kita butuhkan untuk mengkompilasi program-program mikrokontroler yang kita butuhkan. Memang bisa kita tambahkan sendiri, tapi hal ini lagi-lagi membutuhkan kemampuan dan proses lagi. Sebenarnya DSL menyertakan TCC (Tiny C Compiler). Meskipun proses kompilasi menggunakan TCC lebih cepat dibandingkan GCC, tapi untuk proyek kita ini, sebaiknya kita coba cari distro lainnya dulu yang sekiranya lebih dapat memenuhi ketiga kriteria kita di atas.

Bagaimana dengan DeLi Linux? DeLi (Desktop Light) Linux adalah distro minimalis turunan Slackware yang khusus dirancang untuk PC Kuno dengan spesifikasi minimum 486 dengan 4MB RAM dan 80MB HD (untuk mode console-only). Jika ingin menggunakan GUI, maka sebaiknya menggunakan RAM minimal 12MB dan harddisk minimal 140 MB.

DeLi Linux juga tidak serta-merta menginstal modul-modul dan service-service yang dimilikinya, sehingga kita bisa memilih modul dan service apa saja yang kita jalankan. Dengan demikian, kita bisa mengoptimalkan RAM PC Kuno kita. Jadi dapat kita simpulkan bahwa DeLi Linux pastilah kecil dan ringan, sehingga cocok digunakan untuk menjalankan PC Kuno.

Dan tidak seperti DSL yang tidak menyertakan GCC dalam instalasi default-nya, DeLi Linux 0.7.2 menyertakan GCC 3.3.6, bison, dan kawan-kawan sehingga kita bisa melakukan kompilasi program-program yang kita butuhkan. Dan pintarnya, instead of using GNU C Library yang ‘gendut’, DeLi Linux menggunakan ucLibc yang kecil. ucLibc adalah C Library yang secara khusus dikembangkan untuk mengembangkan program pada sistem embedded-linux.

Hmm… DeLi Linux kecil, ringan, dan memiliki development tools yang kita butuhkan. Lantas bagaimana dengan instalasinya, Pak?

Percaya saya deh, instalasi DeLi Linux sangatlah mudah! Tunggu seri berikutnya yaa…πŸ˜€

Selamat belajar!

πŸ˜€

One comment

  1. Tius · November 9, 2010

    Waduh.. bersambung terus. Gimana instalasi DeLi Linux gan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s