Instruksi TIMER – TIM


Instruksi TIM berfungsi sebagai ON-Delay dengan penghitungan waktu mundur. Ketika kondisi eksekusinya terpenuhi, maka TIMER akan melakukan penghitungan waktu dari nilai SV (Setting Value) menuju nol dengan resolusi waktu 0,1 detik. Jika kondisi eksekusinya ON dalam waktu yang cukup lama sehingga waktunya mencapai 0000, maka Completion Flag-nya akan ON. Kondisi ON ini akan dipertahankan sampai TIMER direset.

Instruksi TIM memiliki 2 operand. Operand pertama adalah TC Number yang pada PLC OMRON CPM2A dapat diisi dengan nilai 0-255 (0-127 untuk CPM1A). Jadi dalam program PLC CPM2A dapat didefinisikan sebanyak 256 Timer.


Perlu diperhatikan!

TC Number berlaku untuk instruksi TIMER dan COUNTER. Dalam sebuah program, masing-masing Timer dan Counter harus didefinisikan dengan TC Number yang berbeda.

Operand kedua adalah Setting Value. Operand ini bertipe word, BCD. Nilainya mulai 0000 hingga 9999. Setting Value dapat berupa konstanta atau salah satu dari register IR, AR, SR, HR, LR, DM.


Contoh Program

timer

Ketika Input 000.01 OFF, maka TIM000 akan ON dan melakukan penghitungan. Kurang-lebih setengah detik kemudian, Completion Flag TIM000 akan ON dan menyalakan Lampu. Lampu akan tetap menyala hingga TIM000 direset (Input 000.01 ON).

Penjelasan singkat ini belum mencakup segala aspek tentang TIMER. Semoga tulisan-tulisan yang lain dapat melengkapinya.


Perlu diingat!

Timer dalam Interlock Section akan direset jika kondisi eksekusi interlock tidak terpenuhi (OFF).

Selamat belajar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s