Instruksi INTERLOCK


Instruksi Interlock – IL(02) digunakan bersama dengan instruksi Interlock Clear – ILC(03). Instruksi ini digunakan untuk menjalankan bagian program tertentu, yakni bagian program yang berada di antara IL(02) dan ILC(03), dengan syarat kondisi eksekusi untuk IL(02) terpenuhi (ON). Bagian program yang terletak di antara IL(02) dan ILC(03) disebut sebagai interlock section.

Jika kondisi eksekusi IL(02) OFF, maka interlock section akan diperlakukan sbb:

  • Bit-bit untuk instruksi OUT dan OUT NOT akan dimatikan (OFF)
  • TIM dan TIMH(15) akan direset
  • Nilai Process Value (PV) pada CNT dan CNTR(12) akan dipertahankan
  • Bit status untuk instruksi KEEP(11) akan dipertahankan
  • Instruksi DIFU(13) dan DIFD(14) tidak akan dieksekusi
  • Instruksi lain tidak akan dieksekusi dan nilai-nilai IR, AR, LR, HR dan SR yang digunakan sebagai output akan dimatikan/direset (OFF)

IL(02) dan ILC(03) tidak harus berpasangan satu-satu. IL(02) dapat digunakan berkali-kali dengan satu ILC(03) penutup. Setiap IL(02) membentuk bagian interlock-nya masing-masing hingga bertemu dengan ILC(03). Akan tetapi tidak memungkinkan untuk membuat interlock bersarang (nested interlock).

Contoh Program

ililc1

Ketika Kondisi1 OFF, maka interlock section tidak akan dieksekusi. Timer0 dan Output 010.03 akan direset, dan nilai Counter1 akan dipertahankan. Program akan melompat menuju Net7, dan Output 010.04 akan berkedap-kedip. Nilai Kondisi2 tidak berpengaruh selama nilai Kondisi1 OFF.

Ketika Kondisi1 ON, maka Timer0 akan aktif, dan ketika waktunya terpenuhi Output Timer0 akan menurunkan nilai Counter1. Timer0 akan otomatis direset oleh keluarannya sendiri. Setelah nilai Counter0 tercapai (10 kali hitungan), maka Kondisi2 akan ON sehingga interlock section kedua (Net5) akan dieksekusi sampai Counter0 direset menggunakan CNT1RST.

Instruksi Interlock tidak cocok digunakan untuk mengontrol output yang membutuhkan nilai tetap (sustained output), misalnya aktuator pneumatik dan hidrolik, karena kondisi output akan direset ketika kondisi interlock tidak terpenuhi. Instruksi ini lebih cocok digunakan untuk mengontrol output yang tidak membutuhkan nilai tetap. Untuk aplikasi yang membutuhkan pengontrolan sustained output, maka instruksi Jump lebih cocok digunakan.

Selamat belajar!

2 comments

  1. Zaiki Khiriadi · Februari 22, 2011

    salam newbie mas candra, fufufu … susah sekali, harus mulai darimana belajar kendali dan kontrol dengan zelio atau plc,😕
    sabar, pelan-pelan semoga berjalan dengan lancar. amin😥

  2. marten · September 14, 2013

    maksh atas ilmunya. semoga mendapat balasan dari Allah SWT serta semoga panjang umur dan dimudahkan rezkinya. amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s