Blog Archives

Aplikasi PLC – Motor Starter Star-Delta

Pada tulisan Contoh Rangkaian Motor Starter Star-Delta, Mas Ali Adhar menanyakan tentang contoh ladder motor starter star-delta. Nah, berikut ini adalah contoh ladder motor starter star-delta disertai penjelasannya. Ladder ini saya buat menggunakan software SYSWIN 3.4 dengan PLC CPM2A.

Selamat belajar! :D

Pada Network 1, START dan STOP adalah tombol yang digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan rangkaian. OVERLOAD adalah masukan dari Thermal Overload Relay (TOR). Untuk menyimpan status digunakan bit status STARDELTA_GO pada alamat 200.00 menggunakan instruksi KEEP(11).

Bit STARDELTA_GO akan direset ketika tombol STOP ditekan atau terjadi overload. Jadi rangkaian akan OFF jika tombol STOP ditekan atau kontak OVERLOAD aktif. Secara fisik OVERLOAD adalah masukan kontak normally-open dari TOR.

Rangkaian star-delta tanpa fungsi putar-balik motor memerlukan 3 buah kontaktor. Pada ladder ini saya namakan MAIN, STAR, dan DELTA. Pada awal start, rangkaian akan menjalankan motor dengan hubungan star. Beberapa detik kemudian, rangkaian akan mengubah hubungan star menjadi hubungan delta.

Network 2 adalah ladder untuk hubungan star. Jika STARDELTA_GO = ON dan OVERLOAD = ON, maka kontaktor MAIN akan ON. Demikian juga halnya dengan timer TIM000, dan mulai menghitung.

Selama timer menghitung, kontaktor STAR akan ON, sehingga motor akan berputar dengan hubungan star.

Setelah 4 detik, timer akan mengaktifkan kontak outputnya sehingga kontaktor STAR pada Network 2 akan OFF dan kontaktor DELTA akan ON. Motor pun running dengan hubungan DELTA.

Kontak NO dari TOR juga dihubungkan dengan output 10.03 sebagai alarm yang akan aktif ketika terjadi overload pada motor.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Selamat belajar!

:D

Aplikasi PLC – Solusi ON-OFF Satu Tombol

Perhatikan diagram ladder berikut ini.

selfmaintainKetika Tombol START ditekan, maka MOTOR akan ON. MOTOR akan tetap ON meskipun Tombol START dilepas. Untuk mematikan MOTOR, maka ditekan Tombol STOP. Rangkaian tersebut disebut Rangkaian ON-OFF dengan Self-Maintaining Output.

Selanjutnya, perhatikan diagram ladder berikut.

1btnonoff

Ketika Tombol ON-OFF ditekan, maka instruksi DIFU(13) akan membangkitkan pulsa HIGH sesaat (1 siklus) pada alamat IR200.00. Jika MOTOR dalam kondisi OFF, maka pulsa PULSE akan mengeset instruksi KEEP(11) dan menghidupkan MOTOR pada Output 010.00. Sebaliknya, jika MOTOR dalam kondisi ON, maka pulsa PULSE akan mereset instruksi KEEP(11) dan mematikan MOTOR.

Dengan mengkombinasikan instruksi DIFU(13) dan KEEP(11) dapat disusun diagram untuk Solusi ON-OFF Satu Tombol.

Selamat belajar!

Aplikasi PLC – Mesin Pengering Sederhana

Anggap saja ini mesin pengering cucian yang punya pilihan untuk mengeringkan cucian selama 1 menit, 2 menit, dan 3 menit yang dapat dipilih menggunakan tombol kuning, merah, dan biru. Teknik pengeringan adalah dengan cara memutar cucian dalam tabung berlubang-lubang dengan kecepatan tinggi selama 1, 2, atau 3 menit.

pengering1

Skenario

  1. Jika Tombol 1_Menit ditekan, maka Motor akan berputar selama 1 menit, dan kemudian OFF.
  2. Jika Tombol 2_Menit ditekan, maka Motor akan berputar selama 2 menit, dan kemudian OFF.
  3. Jika Tombol 3_Menit ditekan, maka Motor akan berputar selama 3 menit, dan kemudian OFF.

Diagram laddernya adalah sebagai berikut.

pengering2

Rung 1. Jika Tombol 1_Menit ditekan, maka SV (Setting Value) Timer TIM001 akan diisi dengan nilai 600 hex (60 detik). Kenapa gak pake MOV(21) aja? Karena tidak bisa, instruksi MOV(21) tidak dapat mengakses memori area TC. Oleh karena itu digunakan instruksi BSET(71). Lihat Instruksi BSET(71).

pengering3

Rung 2. Jika Tombol 2_Menit yang ditekan, maka SV TIM001 akan diisi dengan 1200 hex (120 detik).

pengering4

Rung 3. Jika Tombol 3_Menit yang ditekan, maka SV TIM001 akan diisi dengan 1800 hex (180 detik).

pengering5

Rung 4. Jika Tombol 1_Menit ditekan ATAU Tombol 2_Menit ditekan ATAU Tombol 3_Menit ditekan, maka bit flag RUN yang ada di alamat IR200.00 akan diset oleh instruksi KEEP(11). Bit flag RUN akan direset oleh Completion-Flag dari TIM001.

pengering62

Rung 5. Selama bit flag RUN berada dalam kondisi ON, maka TIM001 akan menghitung dan MOTOR akan berputar. Sementara itu, LAMPU indikator akan berkedip-kedip dengan frekuensi 1 detik. Setelah SV samadengan nol, maka Completion-Flag TIM001 akan ON. Pada siklus berikutnya, bit flag RUN akan direset sehingga MOTOR dan LAMPU akan OFF.

Dan jangan lupa memberi END(01) di akhir program.

Selamat belajar!

Aplikasi PLC – Timer Berbasis Menit

Dengan memanfaatkan bit 1-Minute Clock Pulse yang berada di alamat SR254.00, dapat dibuat rangkaian Timer berbasis menit sebagai berikut.

timmnt1

Rung 1. Jika Tombol START ditekan, maka alamat IR200 akan diisi dengan nilai 45 hex. Kenapa hexa dan bukannya desimal akan terjawab di rung berikutnya. Selain mengisi alamat IR200 dengan 45 hex, bit TimeIsRunning pada alamat 201.00 akan diset dan bit TimeIsUp pada alamat 201.01 akan direset. Alamat IR200 digunakan untuk menyimpan sebagai SV (Setting Value).

timmnt21

Rung 2. Apabila TimeIsRunning ON, maka setiap 1 menit sekali, nilai pada IR200 akan dikurangi 1. Perhatikan bahwa di sini digunakan instruksi DEC(39) dengan tipe operand BCD. Inilah sebabnya pada Rung 1 di atas, SV pada alamat IR200 diisi menggunakan instruksi MOV(21) dengan nilai hexa sebagaimana diketahui bahwa nilai hexa merupakan representasi nilai desimal dalam format BCD. Jadi dalam contoh aplikasi ini timer akan menghitung selama 45 menit.

Setiap 1 menit juga, nilai SV pada alamat IR200 akan dibandingkan dengan nol. Jika sama atau lebih besar, maka bit TimeIsUp yang merupakan Completion-Flag dari timer berbasis menit ini akan diset dan bit TimeIsRunning akan direset untuk menghentikan timer ini.

timmnt3

Rung 3. Selama Completion-Flag (TimeIsUp) OFF, maka POMPA1 akan ON. Jika TimeIsUp, maka POMPA1 akan OFF dan POMPA2 akan ON.


Catatan

Dalam contoh ini SV disimpan dalam area memori IR (Internal Relay) yang tidak mempertahankan nilainya ketika PLC dimatikan. Jika diinginkan nilai SV yang bertahan nilainya ketika PLC dimatikan, maka dapat digunakan area lain seperti HR atau DM.

Demikian juga halnya dengan bit TimeIsRunning dan bit TimeIsUp, dapat digunakan area HR.

Selamat belajar!

Aplikasi PLC – Eskalator Otomatis

Eskalator otomatis adalah eskalator yang secara otomatis akan ON ketika ada orang yang akan menaikinya. Dan akan secara otomatis OFF jika dalam periode waktu tertentu eskalator tidak mendeteksi adanya orang yang akan menaikinya.

eska1

Keterangan:

  • S1 - Sensor kedatangan penumpang
  • S2 - Sensor kepergian penumpang
  • MOTOR - Motor penggerak eskalator


Skenario

  • Jika S1 ON, maka MOTOR ON dan TIMER1 OFF
  • Jika S2 ON, maka TIMER1 ON
  • Jika TIMER1 ON, maka MOTOR OFF


Program

eska2

Rung 1. Jika S1 ON dan TIMER1 OFF, maka MOTOR ON. Nilai bit Output 010.00 (MOTOR) digunakan sebagai pengunci (bit-locking).

eska3

Rung 2. Jika S2 ON, maka selama S1 OFF, kondisi Timer1_ON akan ON. Penggunaan instruksi DIFU(13) berfungsi untuk menyatakan bahwa prioritas S1 lebih tinggi dibandingkan S2. Dan bahwa TIMER1 harus OFF ketika S1 ON. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kemungkinan S2 ON lebih lama dibandingkan dengan S1.

eska4

Rung 3. Selama nilai Timer1_ON = ON, maka TIMER1 ON. Jika nilai TIMER1 terpenuhi maka TIMER1 akan memutus rangkaian MOTOR sehingga eskalator akan berhenti berjalan.

Selamat belajar!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 169 other followers