Archive

Archive for the ‘PLC/ZELIO’ Category

CPM2A dan SYSWIN 3.4 Download Links

October 21, 2012 29 comments

plchmi

CPM1A/CPM2A adalah tipe PLC merk OMRON yang sangat populer. Meskipun kini telah muncul PLC-PLC generasi baru yang lebih canggih, namun tipe CPM1A/CPM2A masih menjadi pilihan bagi sebagian pengguna PLC merk OMRON.

Kebetulan saya termasuk pengguna PLC OMRON tipe ini. Alasannya adalah karena software pemrogramannya tersedia secara GRATIS. PLC tipe ini bisa diprogram menggunakan software SYSWIN 3.4 yang bisa diunduh dan digunakan secara bebas. Memang bukan software baru dan hanya berfungsi sebagai programmer saja dan tidak dapat digunakan sebagai simulator kecuali komputer benar-benar terhubung dengan sebuah PLC.

Nah, bagi Anda yang membutuhkan installer software SYSWIN 3.4 beserta manualnya, dan juga dokumen tentang PLC CPM2A, maka Anda dapat mengunduhnya melalui link-link berikut ini.

Download Link

CPM2A Installation Manual Download
SYSMAC CPM1/CPM1A/CPM2A/CPM2C/SRM1(-V2) PROGRAMMING MANUAL Download
SYSWIN 3.4 Installer Download
SYSWIN 3.4 Manual Download

Semoga bermanfaat!

:)

V2PWM – Modul Konverter Voltage-to-PWM Berbasis ATmega8

voltage_to_pwm_testing

Modul V2PWM adalah sebuah konverter Voltage-to-PWM yang berfungsi mengubah besaran tegangan menjadi pulsa PWM. Modul ini memiliki masukan tegangan 0-5V DC atau 0-10V DC, dengan keluaran berupa pulsa PWM. Modul dilengkapi dengan komponen driver motor L293D.

Dengan modul ini kita dapat mengontrol kecepatan putaran motor DC sesuai dengan besarnya tegangan masukan yang diaplikasikan ke modul. Pada gambar disamping, kecepatan putaran mini fan dikontrol berdasarkan kondisi suhu yang dibaca oleh modul LM35-Zelio.

Modul LM35-Zelio memiliki tegangan keluaran antara 0-10V DC yang mewakili nilai suhu antara 0-100 derajad Celcius. Tegangan keluaran ini digunakan sebagai tegangan masukan dari modul V2PWM. Tegangan masukan ini akan dikonversi menjadi pulsa PWM oleh mikrokontroler ATmega8.

Selanjutnya, pulsa PWM akan memicu driver motor DC L293D, dan mini fan pun akan berputar dengan kecepatan yg sebanding dengan besarnya suhu yang diukur oleh modul LM35-Zelio. Semakin tinggi suhu, maka putaran mini fan akan semakin cepat.

Modul ini sangat cocok digunakan untuk eksperimen materi sistem kontrol menggunakan PLC yang melibatkan fungsi-fungsi analog input dan analog output.

Untuk melakukan eksperimen analog input dan analog output, biasanya sebagai unit masukan analog digunakan modul temperature sensor atau temperature controller dengan keluaran tegangan 0-10V DC. Dan sebagai unit keluaran analog digunakan inverter yang mengontrol kecepatan putaran motor AC.

Jika Anda membutuhkan modul untuk bereksperimen PLC dengan fungsi-fungsi analog input dan analog output, maka modul LM35-Zelio dan modul Voltage-to-PWM dapat Anda gunakan. Keduanya adalah solusi dengan biaya yang ekonomis.

Bagi Anda yang berminat dapat langsung menghubungi melalui email ke telinks@telkom.net atau SMS ke 08383-4849-975.

Selamat berkarya!

Winking smile

Disiplinkan Waktu Karyawan Dengan Bel Otomatis Berbasis Zelio

November 25, 2010 4 comments

telinks_belpabrik Bel pabrik otomatis berbasis Zelio ini saya rancang atas permintaan manajemen sebuah perusahaan yang memiliki masalah yang terkait dengan kedisiplinan karyawan. Ceritanya, pihak manajemen perusahaan ini sempat ‘bersitegang’ (baca=beda pendapat) dengan karyawan-karyawannya.

Apa pasal? Pasalnya adalah perbedaan referensi jam masuk, jam istirahat, dan jam pulang.

Pihak manajemen ‘mengeluhkan’ sikap karyawan yang dianggap kurang disiplin karena seringkali meninggalkan tempat kerja sebelum bel dibunyikan. Akan tetapi pihak karyawan pun tidak mau disalahkan karena mereka merasa meninggalkan tempat tepat pada waktunya dengan berpedoman pada jam-jam yang ada dilokasi produksi. Menurut mereka, pihak manajemenlah yang seringkali terlambat dalam mengeksekusi bel.

Mungkin sepertinya sepele, namun jika tidak diberikan solusi yang tepat, maka masalah seperti ini akan menjadi polemik yang berkepanjangan. Oleh karenanya dibutuhkan suatu sistem yang dapat memaksa dan mengamankan posisi kedua belah pihak. Akhirnya solusi yang diusulkan adalah membuat sebuah bel pabrik otomatis dan melepas semua jam dinding yang ada di area produksi.

Dengan demikian, pihak manajemen tidak akan disalahkan lagi karena terlambat mengeksekusi bel, dan pihak karyawan pun akan lebih disiplin dalam meninggalkan tempat kerja karena satu-satunya patokan adalah suara bel/sirine dari sistem bel pabrik otomatis.

Dengan diterapkannya sistem bel otomatis dan meniadakan jam dinding di hangar produksi, maka disiplin waktu masuk, waktu istirahat, dan waktu pulang dapat ditingkatkan.

Untuk pekerjaan ini, tanpa banyak pertimbangan, langsung saja saya putuskan untuk merancang bel otomatis dengan Zelio Smart-Relay SR3B101FU. Alasan utamanya adalah karena kebetulan ada stok nganggur :D. Zelio tipe ini memiliki 8 buah clock yang masing-masing clock memiliki 4 channel yang dapat diprogram waktu ON/OFF-nya. Masing-masing channel dapat diprogram untuk hari Senin sampai dengan hari Minggu. Dengan demikian, kita bisa memprogram 32 waktu ON/OFF yang berbeda, untuk diaktifkan pada hari-hari yang diinginkan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perancangan bel pabrik otomatis ini, maka berikut adalah tabel jadwal untuk membunyikan bel.

Tabel tersebut merupakan konfigurasi CLOCK pada Zelio. H1 dan H2 didedikasikan untuk konfigurasi bel masuk, dan H3 didedikasikan untuk konfigurasi bel istirahat. Sedangkan H4 dan H5 didedikasikan untuk bel pulang.

Untuk membedakan antara bel masuk, bel istirahat, dan bel pulang, maka durasi ON ketiganya dibedakan. Bel masuk berdurasi 10 detik, bel istirahat berdurasi 6 detik, dan bel pulang berdurasi 13 detik.

Berikut adalah gambar rangkaian panel bel pabrik otomatis berbasis Zelio yang telah diterapkan di perusahaan rol karet terbesar di Indonesia yang berlokasi di kawasan Karanglo, Malang, Jawa Timur.

Varian dari model di atas ditunjukkan oleh gambar berikut ini. Tipe Zelio yang digunakan adalah SR2B121FU. Model ini merupakan pesanan dari sebuah perusahaan persewaan alat-alat berat di kawasan Batu Hijau, Sumbawa, Nusa Tenggara Timur.

wiring_belpabrik_zelio

Pada model ke-2 ini, bel dapat difungsikan pada 2 mode yakni mode MANUAL atau mode AUTO. Ketika bel bekerja pada mode MANUAL, bel/sirine hanya dapat dibunyikan dengan menekan tombol BELL ON, pada mode ini Zelio tidak aktif.

Sedangkan ketika bel bekerja pada mode AUTO, maka bel/sirine akan dibunyikan secara otomatis pada waktu-waktu yang telah ditentukan oleh Zelio. Selain itu, operator juga dapat membunyikan bel/sirine secara manual dengan menekan tombol BELL ON.

telinks_belpabrikzelio_300x200-horz 

Bagi Anda yang membutuhkan bel otomatis semacam ini untuk pabrik atau workshop Anda, silakan menghubungi saya melalui email ke: info@teknikelektrolinks.com. Atau Anda dapat meninggalkan pesan di halaman pemesanan situs kami di: http://teknikelektrolinks.com.

Selain diaplikasikan pada pabrik, sistem ini juga dapat diaplikasikan pada perkantoran atau sekolahan. Sistem yang didukung dengan komponen-komponen industrial grade tentunya akan lebih handal dan tahan lama.

Teknik Elektro Links juga melayani perancangan dan pembuatan panel listrik (distribusi) dan panel kontrol motor dan pompa, dan juga panel kontrol mesin (automation).

Selamat berkarya!

:D

PLC Ladder – Pemisahan Fungsi Kontrol Auto/Manual Dengan Instruksi Interlock

October 16, 2010 2 comments

Seringkali kita diharuskan merancang kontrol mesin dengan mode manual dan mode auto. Jadi mesin harus dapat dikendalikan secara manual atau secara otomatis. Hal ini biasanya untuk mengantisipasi agar mesin dapat tetap dioperasikan ketika kontrol otomatis mengalami gangguan/kerusakan.

Kontrol otomatis mengandalkan sepenuhnya keberhasilan proses terhadap sensor-sensor seperti limit-switch, proximity, encoder, temperature transducer, pressure transducer, dan lain-lain. Selain sensor, kontrol otomatis juga mengandalkan komponen-komponen fungsional seperti timer, counter, dan tentunya programmable controler seperti PLC.

Tatkala kontrol otomatis mengalami gangguan, maka praktis mesin tidak dapat dijalankan secara otomatis. Pada kondisi tersebut, maka jika kontrol dilengkapi dengan mode manual, maka mesin masih dapat dijalankan secara manual, meskipun mungkin kecepatan dan akurasi tidak secepat dan seakurat kontrol otomatis.

Berikut adalah contoh ladder sederhana untuk memisahkan blok kontrol mode auto dan mode manual menggunakan instruksi Interlock.

Network 1 hingga Network 3 adalah blok untuk program kontrol mode manual. Pada contoh ini, mode manual akan mengaktifkan Q1_MAN secara periodik setiap 1 detik. Pada kontrol mesin yang sebenarnya tentu saja programnya tidak akan sesederhana ini.

Network 2 (Manual Task) akan dieksekusi jika kondisi MANUAL = ON, yakni ketika interlock aktif.

Network 4 adalah flicker lampu dengan periode 1 detik. Network ini sengaja saya sisipkan diantara blok manual dan blok otomatis untuk memberikan ilustrasi bahwa diantara kedua blok bisa disisipi program.

Network 5 hingga Network 7 adalah blok program untuk mode auto. Network 6 (Auto Task) adalah program auto yang dalam contoh sederhana ini mengaktifkan Q1_AUTO secara periodik setiap 0,2 detik. Auto Task ini akan dieksekusi jika kondisi AUTO = ON.

Terakhir, Network 8 dan Network 9. Network 8 adalah eksekutor untuk output yang sesungguhnya. Karena logikanya setiap output dapat dijalankan secara manual maupun secara otomatis, maka output Q1 akan aktif jika Q1_MAN = ON atau Q1_AUTO = ON.

Dapat juga working bit yang kita gunakan dalam blok manual dan blok auto diganti dengan bit-bit retentive (HR0000 – HR1915) sehingga statusnya tetap dipertahankan ketika listrik padam.

Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

:D

Aplikasi PLC – Motor Starter Star-Delta

October 13, 2010 8 comments

Pada tulisan Contoh Rangkaian Motor Starter Star-Delta, Mas Ali Adhar menanyakan tentang contoh ladder motor starter star-delta. Nah, berikut ini adalah contoh ladder motor starter star-delta disertai penjelasannya. Ladder ini saya buat menggunakan software SYSWIN 3.4 dengan PLC CPM2A.

Selamat belajar! :D

Pada Network 1, START dan STOP adalah tombol yang digunakan untuk mengaktifkan dan mematikan rangkaian. OVERLOAD adalah masukan dari Thermal Overload Relay (TOR). Untuk menyimpan status digunakan bit status STARDELTA_GO pada alamat 200.00 menggunakan instruksi KEEP(11).

Bit STARDELTA_GO akan direset ketika tombol STOP ditekan atau terjadi overload. Jadi rangkaian akan OFF jika tombol STOP ditekan atau kontak OVERLOAD aktif. Secara fisik OVERLOAD adalah masukan kontak normally-open dari TOR.

Rangkaian star-delta tanpa fungsi putar-balik motor memerlukan 3 buah kontaktor. Pada ladder ini saya namakan MAIN, STAR, dan DELTA. Pada awal start, rangkaian akan menjalankan motor dengan hubungan star. Beberapa detik kemudian, rangkaian akan mengubah hubungan star menjadi hubungan delta.

Network 2 adalah ladder untuk hubungan star. Jika STARDELTA_GO = ON dan OVERLOAD = ON, maka kontaktor MAIN akan ON. Demikian juga halnya dengan timer TIM000, dan mulai menghitung.

Selama timer menghitung, kontaktor STAR akan ON, sehingga motor akan berputar dengan hubungan star.

Setelah 4 detik, timer akan mengaktifkan kontak outputnya sehingga kontaktor STAR pada Network 2 akan OFF dan kontaktor DELTA akan ON. Motor pun running dengan hubungan DELTA.

Kontak NO dari TOR juga dihubungkan dengan output 10.03 sebagai alarm yang akan aktif ketika terjadi overload pada motor.

Sekian dan semoga bermanfaat.

Selamat belajar!

:D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 169 other followers