Archive

Archive for the ‘MCS51’ Category

Modul Interface Kontroler Level Air Tandon Untuk Mikrokontroler

Sistem pengisian tandon air secara otomatis dapat dibuat dengan mengaplikasikan kontroler mekanik yang umum dipakai, yakni switch otomatis dengan bola pelampung. Switch pelampung ini cukup efektif untuk mengontrol level air di dalam tandon air.

Satu kuncinya: Jangan gunakan switch pelampung untuk menggerakkan pompa secara langsung, karena kemampuan kontak switch yang digunakan kurang besar.

Jika digunakan secara langsung untuk menggerakkan pompa air, pasti umurnya tidak akan lama. Jadi, tambahkan unit relay atau kontaktor dengan kemampuan kontak yang besar. Memang jadi lebih mahal total biayanya, karena harga kontaktor 20A lebih mahal daripada switch pelampung itu sendiri.

Untuk menggantikan sistem mekanik tersebut, saya menerapkan sebuah sistem elektronik dengan sensor level air elektronik menggunakan stik (batangan) baja anti-karat. Anda bisa menyimak tulisan tentang perancangan sensor level air ini di link berikut ini:

http://telinks.wordpress.com/2010/04/24/perancangan-sensor-ketinggian-air-tandon/

Dalam tulisan tersebut, Anda dapat melihat rancangan sensor level air tandon dengan 5 buah stik baja anti-karat beserta rangkaian skematik sensornya.

Nah, pada tulisan kali ini, saya akan menyajikan sebuah modul rangkaian antarmuka mikrokontroler untuk sistem pengontrolan level air tandon. Berikut adalah foto modulnya.

telinks_modul_level_air_tandon

Modul ini terdiri dari rangkaian sensor level air dengan 3 buah stik baja anti-karat sebagai sensornya. Satu stik sebagai referensi tegangan dan terhubung dengan GND. Stik kedua sebagai batas level bawah, dan stik ketika sebagai batas level atas.

Rangkaian sensor level air memiliki 2 buah keluaran logika yang menyatakan kondisi sensor level air atas dan bawah (terkena air ataukah tidak)

Rangkaian lain penyusun modul ini adalah rangkaian LED dan RELAY. Rangkaian LED berfungsi sebagai indikator untuk kondisi sensor level atas dan bawah, dan sebuah LED lagi sebagai indikator ekstra. RELAY berfungsi sebagai kontak yang dapat secara langsung digunakan untuk menggerakkan pompa air berukuran kecil. Namun demikian, sebaiknya gunakan relay atau kontaktor yang lebih besar sebagai power driver pompa air.

Modul ini dapat dengan mudah dihubungkan ke sistem minimum mikrokontroler, baik yang berbasis 89S51/52, AVR, PIC, ataupun tipe-tipe yang lain. Modul ini membutuhkan catudaya DC 5V. Semua pin input dan output-nya bekerja pada level tegangan TTL.

Algoritma program kontrol otomatis pengisian air tandon sangatlah sederhana. Jika kedua sensor tidak terkena air, maka berarti tandon kosong, dan kontroler harus mengaktifkan relay. Pompa pun berputar dari tandon akan terisi air.

Dan jika kedua sensor terkena air, maka berarti tandon penuh, dan kontroler harus mematikan relay. Sangat sederhana, bukan?

Berikut adalah contoh program pengontrolan pompa pengisian air tandon berdasarkan pembacaan sensor level air yang diletakkan dalam tandon yang ditulis dalam bahasa Pascal. Kompiler yang digunakan adalah TURBO51, yakni kompiler Pascal untuk mikrokontroler keluarga MCS-51.

telinks_program_level_air_tandon

Bagi Anda yang membutuhkan modul rangkaian antarmuka ini, Anda dapat menghubungi saya melalui SMS ke 083834849975 atau melalui email ke info@teknikelektrolinks.com. Modul dilengkapi dengan contoh program untuk mikrokontroler 89S51 dan AVR dengan kompiler TURBO51, AVR-GCC, dan Arduino.

Selamat berkarya!

:)

FLEX-DL2M – AVR/89S51 ISP Downloader Dengan Kabel Panjang dan Konektor Fleksibel

February 19, 2012 Leave a comment

telinks_flex_dl2m_600

ISP Downloader merupakan perangkat keras yang mutlak diperlukan dalam proses belajar mikrokontroler AVR dan 89S51/52.

ISP Downloader adalah rangkaian antarmuka yang berfungsi menghubungkan komputer dengan mikrokontroler dalam proses pemrograman mikrokontroler. Melalui rangkaian ISP Downloader inilah, software downloader pada komputer berinteraksi dengan mikrokontroler dan melakukan proses penulisan/pembacaan program biner ke/dari memori program mikrokontroler. Tak hanya itu, software downloader juga dapat mengkonfigurasi mikrokontroler sesuai kebutuhan melalui bit-bit konfigurasi (fuse-bits) dan mengeset bit-bit pengunci (lock-bits).

FLEX-DL2M adalah rangkaian ISP Downloader yang menggunakan port paralel. FLEX-DL2M menggunakan skematik yang kompatibel dengan STK200. FLEX-DL2M memiliki beberapa fitur unggulan yakni:

  • Bisa digunakan dengan software Avrdude, BASCOM, CodeVision, Ponyprog, Asim Khan SPI PGM 3.7, ElmChan AVRSP, ISP Programmer 1.2.0.55 (Adam Dybkowski), dan UISP.
  • Kabel konektor yang panjang (standar 2 meter, bisa lebih sesuai permintaan).
  • Konektor pin yang fleksibel sehingga dapat mengakomodasi perbedaan tipe konektor ISP yang ada pada board mikrokontroler.
  • Dilengkapi CD Program yang berisi program assembler, kompiler, dan downloader untuk mikrokontroler AVR dan 89S51.

Jika Anda ingin membuat sendiri, berikut adalah skematik dari ISP Downloader FLEX-DL2M.

flex-dl2m-skema

Jika Anda tidak mau repot, modul ISP Downloader FLEX-DL2M siap dikirim dan menemani Anda bereksperimen mikrokontroler.

Untuk informasi harga dan pemesanan silakan mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat berkarya!

Smile

Rangkaian LED Aktif-Low dan LED Aktif-High dan Contoh Program Kontrol LED Untuk AVR-GCC dan Arduino

December 3, 2011 1 comment

led_hi_lo

Perhatikan gambar di samping. Gambar sebelah kiri adalah rangkaian LED Aktif-Low, dan gambar sebelah kanan adalah rangkaian LED Aktif-High. Rangkaian terdiri dari sebuah resistor yang diseri dengan sebuah LED.

Pada rangkaian LED Aktif-Low, LED akan menyala jika diberi logika 0 (LOW) dan akan mati jika diberi logika 1 (HIGH).

Ketika diberi logika 0, maka tegangan pada kaki anoda LED lebih positif dibandingkan dengan kaki katoda. Selisih tegangan pada kaki anoda dan katoda LED ini melebihi tegangan jatuh LED, sehingga LED pun menghantar (dialiri arus listrik) dan menyala. Sebaliknya, ketika diberi logika 1, maka kaki anoda LED tidak lebih positif daripada kaki katoda, oleh karenanya LED tidak menghantar (tidak dialiri arus listrik) sehingga LED pun tidak menyala.

Pada rangkaian LED Aktif-High, LED akan menyala jika diberi logika 1 (HIGH) dan akan mati jika diberi logika 0 (LOW).

Ketika diberi logika 1, maka tegangan pada kaki anoda LED lebih positif dibandingkan dengan kaki katoda LED. Selisih tegangan pada kaki anoda dan katoda LED ini melebihi tegangan jatuh LED, sehingga LED pun menghantar (dialiri arus listrik) dan menyala. Sebaliknya, ketika diberi logika 0, maka tegangan pada kaki anoda LED tidak lebih positif daripada kaki katoda LED, oleh karenanya LED tidak menghantar (tidak dialiri arus listrik) sehingga LED pun tidak menyala.

Fungsi resistor seri pada rangkaian diatas adalah sebagai pembatas arus. Anda bisa menggunakan resistor dengan nilai yang aman mulai 150 ohm, 180 ohm, 220 ohm, hingga 2K2 ohm tergantung dari tipe LED yang Anda gunakan dan seberapa tingkat kecerahan yang Anda inginkan.

Dengan asumsi bahwa rangkaian LED Aktif-Low terhubung ke PORTB.0 dan rangkaian LED Aktif-High terhubung ke PORTB.1, berikut adalah contoh program kontrol LED untuk AVR-GCC.

Contoh Program Kontrol LED (AVR-GCC)
#define F_CPU 1000000L

#include <avr/io.h>
#include <util/delay.h>

#define ON 1
#define OFF 0

//macro LED ON/OFF untuk LED Aktif-Low
#define LED_AL(x) ((x)==(ON) ? (PORTB&=~_BV(PB0)) : (PORTB|=_BV(PB0)))

//macro LED ON/OFF untuk LED Aktif-High
#define LED_AH(x) ((x)==(ON) ? (PORTB|=_BV(PB1)) : (PORTB&=~_BV(PB1)))

int main(void)
{
  PORTB = 0b00000001; //PB1=0, PB0=1 --> kedua LED OFF
  DDRB = 0b00000011;  //PB0 dan PB1 sebagai output

  while(1)
  {
    LED_AL(ON); LED_AH(ON);   //kedua LED ON
    _delay_ms(500);           //delay 1/2 detik
    LED_AL(OFF); LED_AH(OFF); //kedua LED OFF
    _delay_ms(500);           //delay 1/2 detik
  }
}
Contoh Program Kontrol LED (Arduino)

Dengan asumsi bahwa rangkaian LED Aktif-Low terhubung ke pin-11 dan rangkaian LED Aktif-High terhubung ke pin-12, berikut adalah contoh program pengendalian LED untuk Arduino.

void setup()
{
  pinMode(11, OUTPUT); //pin-11 sebagai output
  pinMode(12, OUTPUT); //pin-12 sebagai output
}

void loop()
{
  digitalWrite(11, LOW);  //LED Aktif-Low ON
  digitalWrite(12, HIGH); //LED Aktif-High ON
  delay(500);             //delay 1/2 detik
  digitalWrite(11, HIGH); //LED Aktif-Low OFF
  digitalWrite(12, LOW);  //LED Aktif-High OFF
  delay(500);             //delay 1/2 detik
}

Rangkaian LED Aktif-Low dan Aktif-High merupakan rangkaian yang sangat penting dalam bereksperimen mikrokontroler. Tak hanya karena murah dan mudah dirangkai, tapi kedua rangkaian tersebut dapat mewakili berbagai macam rangkaian output, baik yang aktif-low maupun yang aktif-high seperti relay, buzzer, motor, dan solenoid. Selanjutnya tinggal mempelajari dan memahami berbagai macam rangkaian driver output.

Selamat belajar!

Smile

Catu Daya DC 5V-2A dan 12V-2A Siap-Pakai Yang Handal dan Mungil

October 9, 2011 1 comment

Kini kita tidak perlu repot-repot lagi membuat rangkaian catu daya atau power-supply tegangan DC 5V dan 12V untuk keperluan eksperimen dan proyek-proyek elektronika kita. Kita bisa menggunakan modul catu daya DC 5V dan 12V siap pakai dengan kemampuan suplai arus 2A. Tak hanya handal dan praktis, modul catu daya ini juga berukuran mungil. Namun demikian memiliki kesan elegan dan kokoh.

Catu Daya DC 5V-2A

ps_5v2a_telinksGambar disamping adalah unit power supply DC 5V-2A. Dimensinya 70x40x31mm. Mungil bukan?

Catu daya ini dapat digunakan pada tegangan input AC 110/220V. Casing aluminium selain memberikan kesan kokoh juga sebagai pendingin yang handal.

Modul catu daya ini juga dilengkapi dengan sebuah VR untuk menyesuaikan tegangan keluaran. Sehingga kita dapat menyesuaikan tegangan keluaran catu daya sesuai dengan kisaran yang kita inginkan.

Untuk menggunakan catu daya ini sangatlah mudah, kita tinggal menghubungkan terminal masukan ke tegangan AC 110/220V. Selanjutnya, sebelum menghubungkan tegangan keluaran 5V ke rangkaian, kita ukur terlebih dahulu tegangan keluarannya menggunakan AVO digital. Jika tegangannya kurang sesuai, maka putar VR sambil tetap mengukur tegangan keluaran hingga didapat nilai tegangan keluaran yang diinginkan. Untuk proyek elektronika digital level tegangan TTL, maka nilai tegangan keluaran 5.2V masih relatif aman digunakan.

Catu Daya DC 12V-2A

ps_12v2a_telinks

Untuk menemani catu daya DC 5V di atas, catu daya seperti pada gambar disamping ini sangat cocok untuk dimiliki. Catu daya DC 12V-2A ini sangat mantab dipakai untuk menggerakkan relay, motor DC, solenoid, fan, dan lain-lain.

Dimensi catu daya ini juga tidak besar, hanya berukuran 85x58x33mm. Sangat pas sebagai pendamping catu daya DC 5V untuk kebutuhan eksperimen elektronika kita.

Tak berbeda dengan catu daya 5V diatas, kita tinggal menghubungkan terminal masukan ke tegangan AC 110/220V. Catu daya DC 12V pun siap digunakan. Catu daya ini juga dilengkapi dengan sebuah VR untuk menyesuaikan tegangan keluaran pada kisaran yang diinginkan.

Jika Anda berminat untuk menghiasi meja eksperimen Anda dengan kedua catu daya di atas, atau jika Anda membutuhkan catu daya DC 5V dan/atau 12V yang handal dan mungil untuk proyek-proyek Anda, silakan langsung mengunjungi situsnya di: http://telinks.ds4a.com.

Selamat berkarya!

Smile

Sistem Minimum AT89S51 + Serial RS232

May 10, 2011 6 comments

Jika Anda membutuhkan sistem minimum mikrokontroler AT89S51/52/8252 yang dilengkapi dengan rangkaian komunikasi serial RS232, maka board di atas sangat cocok bagi Anda. Dengan board ini Anda dapat langsung menghubungkan mikrokontroler AT89S51 dengan komputer melalui port serial RS232 atau melalui port USB dengan perantaraan kabel USB-to-RS232.

Board ini dilengkapi rangkaian catu daya 5V menggunakan LM7805 dengan masukan langsung dari trafo CT maupun non-CT. Selain itu board ini juga memiliki header-header untuk Port0, Port1, Port2, dan Port3 sehingga mudah untuk menghubungkan board ke rangkaian eksternal lainnya. Untuk mensuplai rangkaian eksternal, tersedia 2 buah power port 5V yang siap digunakan.

Sistem minimum ini juga dilengkapi dengan port untuk kabel ISP dengan susunan +5V, MOSI, MISO, SCK, RESET, dan GND. Jika Anda membutuhkan kabel ISP Downloader, tersedia juga kabel ISP dengan konfigurasi STK200 seperti gambar berikut ini.

Nah, jika Anda membutuhkan board sistem minimum AT89S51 yang simpel dan telah dilengkapi port komunikasi serial saja atau lengkap dengan ISP Downloader paralel, silakan langsung mengunjungi situs http://teknikelektrolinks.com untuk mengetahui informasi harga dan pemesanan.

Selamat berkarya!

:D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 159 other followers