Archive

Archive for the ‘Kontrol Level Air’ Category

WLC-02: Kontroler Level Air Dengan Sensor Level Air Sumber Sebagai Pengaman

February 4, 2013 Leave a comment

wlc02_400

WLC-02 adalah pengembangan dari produk sebelumnya yakni WLC-01. Modul WLC-02 adalah modul WLC-01 dengan penambahan sensor level untuk mendeteksi apakah air dalam sumur atau tandon sumber air masih tersedia ataukah tidak. Selain itu, WLC-02 juga dilengkapi dengan rangkaian penyearah (adaptor) dan regulator tegangan 5V DC, sehingga untuk catu daya bisa langsung menggunakan trafo CT.

Berikut adalah spesifikasi/fitur selengkapnya dari modul kontroler level air tandon WLC-02.

  • Berbasis mikrokontroler 8-bit
  • Teknologi rangkaian sensor yang telah teruji di industri
  • Sensor level air tandon disusun dari 3 buah stik sensor yakni GND, LOW, dan HIGH
  • Sensor level air sumber/sumur disusun dari 2 buah stik sensor yakni GND dan LOW
  • Output relay dengan kemampuan kontak NO=10A dan NC=6A
  • Memiliki rangkaian penyearah dan regulator DC 5V sehingga untuk catu daya dapat langsung menggunakan transformator CT
  • Memiliki 5 buah LED indikator, yakni: LED Status, LED Level Atas Tandon, LED Level Bawah Tandon, LED Level Bawah Sumber/Sumur, dan LED Relay On/Off

wlc02_ket_600

Ketika aktif, LED Status akan berkedip dengan interval tertentu yang menandakan bahwa kontroler bekerja. Lampu LED Tank High, Tank Low, dan Water Source Level akan MENYALA jika sensor stik terendam air dan akan MATI  jika sensor stik tidak terendam air.

LED Relay akan ON atau OFF sesuai dengan kondisi relay. Jika relay ON, maka LED Relay ON dan sebaliknya. Ketika kontroler mendeteksi bahwa air sumber/sumur habis (sensor tidak terendam air), maka secara otomatis kontroler akan mematikan relay dan menyalakan LED Water Source Level secara berkedip-kedip sebagai tanda/peringatan bahwa air sumber/sumur habis.

Aplikasi
Modul WLC-02 dapat diaplikasikan pada sistem-sistem antara lain sebagai berikut:

  • Kontrol level air tandon rumah tangga
  • Kontrol level air tandon masjid
  • Kontrol level air tandon boiler
  • Kontrol level kolam air minum pada rumah walet
  • Kontrol level kolam air pada humidifier penetas telur
  • Alarm peringatan tandon kosong atau tandon penuh
  • Dan lain-lain

Di bawah ini adalah diagram instalasi modul WLC-02 yang secara otomatis akan mengisi tandon air ketika air dalam tandon habis dan akan berhenti ketika tandon air sudah penuh. Proses pengisian akan terus dilakukan sampai tandon penuh kecuali air sumber/sumur habis. Selama air sumber/sumur habis (tidak tersedia), maka kontroler akan tetap mematikan relay/pompa.

wlc02_diagram

Pompa berdaya kecil seperti pompa akuarium (12W) atau pompa air mini dengan daya tak lebih dari 100W dapat langsung diaktifkan menggunakan kontak relay yang ada pada modul seperti pada gambar. Akan tetapi untuk pompa air rumah tangga atau industri, maka perlu ditambahkan relay besar atau kontaktor sebagai power driver pompa. Begitu juga halnya untuk pompa yang menggunakan motor tiga fasa, maka perlu ditambahkan sebuah kontaktor sebagai penggerak pompa.

Berikut adalah wiring diagram rangkaian kontrol dan rangkaian daya WLC-02.

diagram wlc02

Video demo pengujian modul Water Level Controller WLC-02 dapat Anda saksikan di YouTube dengan mengikuti link berikut ini: http://youtu.be/EtoXPq-EVH4.

Jika Anda berminat dan ingin memesan modul Water Level Controller WLC-02, silakan mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com untuk mengetahui informasi harga dan cara pemesanannya.

Selamat berkarya!

:)

Tutorial Starduino: Membaca Data Jarak Menggunakan Modul Sensor Ultrasonik PING Parallax

October 30, 2012 3 comments

starduino_ping_parallax400Tutorial ini adalah tutorial singkat yang akan menunjukkan betapa mudahnya memrogram Starduino Board untuk membaca data jarak menggunakan modul sensor ultrasonik PING Parallax.

Pada tutorial ini digunakan software Arduino 1.0.1 yang merupakan versi terbaru IDE Arduino. Namun tak hanya menggunakan versi terbaru, sebagai perbandingan, digunakan juga IDE Arduino-0022.

Pada kedua versi Arduino tersebut terdapat contoh program sensor PING yang dapat langsung diuji-coba tanpa modifikasi atau dengan sedikit modifikasi. Untuk praktisnya, kita akan merangkai Starduino Board dan PING Parallax sesuai dengan contoh program PING yang tersedia pada IDE Arduino.

Rangkaian Starduino + PING Parallax
Modul sensor ultrasonik PING buatan Parallax memiliki 3 kaki yakni: GND, 5V, dan SIG. Gambar di bawah ini menunjukkan koneksi modul PING dengan Starduino Board.

starduino_ping_diagramb

Kaki SIG dari modul PING dihubungkan dengan Pin-7 dari Starduino. Kaki GND dan 5V dihubungkan ke GND dan +5V dari Starduino.

Setelah Starduino dan PING terangkai dengan benar, maka langkah selanjutnya adalah membuka sketch Ping yang telah tersedia pada contoh-contoh program bawaan IDE Arduino 1.0.1 maupun Arduino-0022 seperti ditunjukkan pada screenshot di bawah ini.

arduino_sensor_ping

Sebelum program ini kita upload ke Starduino, kita edit sedikit program Ping pada bagian tampilan data serial dan delay sebagai berikut:

   Serial.print("Jarak = ");
   Serial.print(inches);
   Serial.print("in, ");
   Serial.print(cm);
   Serial.print("cm");
   Serial.println();

   delay(500);

Baris perintah pertama yang bercetak tebal menambahkan tulisan ‘Jarak =’ sebelum menampilkan nilai jarak dalam inci dan centimeter. Perubahan program lainnya adalah parameter fungsi delay() yang awalnya bernilai 100 diganti menjadi 500.

Selanjutnya, kita lakukan upload program ke Starduino dan buka window Serial Monitor. Jika tidak ada kesalahan pada hardware dan komunikasi, maka Starduino akan melakukan pengukuran dan mengirimkan hasil pengukuran jarak ke PC melalui port serial.

LED pada modul PING akan berkedip setiap 1/2 detik sebagai tanda bahwa modul PING bekerja memancarkan suara ultrasonik. Teknik pengukuran jarak dilakukan dengan mengukur lebar-pulsa dalam satuan waktu yang menunjukkan lamanya waktu semenjak PING memancarkan suara ultrasonik hingga menerima pantulan suara ultrasonik, atau mengalami TIMEOUT. Selanjutnya, program menghitung jarak dalam inci dan centimeter menggunakan fungsi-fungsi berikut:

long microsecondsToInches(long microseconds)
{
  // According to Parallax’s datasheet for the PING))), there are
  // 73.746 microseconds per inch (i.e. sound travels at 1130 feet per
  // second).  This gives the distance travelled by the ping, outbound
  // and return, so we divide by 2 to get the distance of the obstacle.
  // See: http://www.parallax.com/dl/docs/prod/acc/28015-PING-v1.3.pdf
  return microseconds / 74 / 2;
}

long microsecondsToCentimeters(long microseconds)
{
  // The speed of sound is 340 m/s or 29 microseconds per centimeter.
  // The ping travels out and back, so to find the distance of the
  // object we take half of the distance travelled.
  return microseconds / 29 / 2;
}

Berikut adalah tampilan window Serial Monitor yang menampilkan data yang dikirimkan oleh Starduino Board melalui port serial RS232.

starduino_ping_com1

Nah, sangat mudah bukan? Dengan dukungan contoh-contoh program dan library-library siap pakai yang disediakan oleh Arduino, kita dapat membuat prototipe sistem dengan sangat cepat. Tak heran jika Arduino mengklaim dirinya sebagai Rapid Prototyping Platform.

Tak hanya mudah, Arduino juga murah. Dan tak hanya murah, Arduino juga menerapkan kebijakan open-source untuk software dan hardwarenya, sehingga siapapun boleh membuat sendiri versi Arduino-nya masing-masing. Termasuk juga saya dengan versi Starduino yang masih berbasis ATmega8.

Dengan Starduino dan PING Parallax, kita dapat membuat berbagai aplikasi berbasis pengukuran jarak seperti monitoring level air, pengukur tinggi badan, sistem pengaman mesin potong, dan lain-lain.

Berikut adalah screenshot aplikasi monitoring level ketinggian air dalam tandon dan aplikasi pengukur tinggi badan berbasis Starduino dan sensor jarak ultrasonik PING Parallax. Program dibuat menggunakan VB.NET 2005 Express Edition.

starduino_ping_levelair

starduino_ping_tinggibadan

Modul Starduino dapat Anda pesan melalui situsnya di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat berkarya!

:)

WLC-01: Modul Kontroler Level Air Yang Handal

September 6, 2012 4 comments

telinks_wlc01_500

Foto di samping adalah modul kontroler level air tandon otomatis tipe WLC-01 yang berbasis mikrokontroler. Modul ini menggunakan sensor ketinggian air berupa stik logam stainless steel yang didukung oleh rangkaian sensor yang handal dan relatif aman.

Modul WLC-01 memiliki output berupa relay untuk mengendalikan pompa atau solenoid valve. Pada aplikasinya, modul WLC-01 dapat difungsikan sebagai PENGISI (source) yang akan mengaktifkan pompa sumber untuk mengisi air ketika tandon habis hingga penuh maupun PENGURAS (drain) yang akan mengaktifkan pompa drainer untuk mengeluarkan air ketika tandon penuh hingga habis.

Berikut adalah gambar instalasi modul kontroler level air WLC-01 sebagai pengisi.

telinks_wlc01_diagram

Sensor dibuat menggunakan batangan logam anti-karat. Logam as atau stal berdiameter 2-3 mm dapat diperoleh di toko-toko logam. Panjang masing-masing batangan sensor disesuaikan dengan kedalaman tandon.

Rangkaian sensor modul WLC-01 menggunakan arus yang sangat kecil sehingga meminimalisasi proses elektrolisa sehingga sensor tidak cepat berkerak. Untuk perawatan, batangan sensor dibersihkan dengan cara dicuci untuk menghilangkan gejala-gejala pengerakan. Atau dapat juga dengan menggunakan amplas super-halus.

Aplikasi
Modul WLC-01 dapat diaplikasikan pada sistem atau sebagai pendukung sistem sebagai berikut:

  • Kontrol level air tandon pada rumah tangga
  • Kontrol level air tandon boiler
  • Kontrol level kolam air minum pada rumah walet
  • Kontrol level kolam air pada humidifier penetas telur
  • Alarm peringatan tandon kosong atau tandon penuh
  • Dan lain-lain

Teknik rangkaian pada sistem ini telah diterapkan di industri karet CV. USTEGRA yang berlokasi di Kota Malang untuk mengontrol level air tandon suplai steam-boiler Miura pada unit Steam Autoclave dan mengontrol level tandon air pada unit pendingin silinder mesin-mesin giling kompon karet.

Video Demo
Anda dapat menyaksikan vedio demo kontroler level air tandon WLC-01 di YouTube, berikut adalah linknya:

http://youtu.be/0VIjxNjhujE

Update
Modul WLC-01 telah dikembangkan menjadi modul WLC-02 dengan penambahan rangkaian sensor level untuk mendeteksi ketersediaan air sumber/sumur. Berikut adalah foto modul WLC-02.

wlc02_ket_600

Artikel mengenai modul WLC-02 dapat Anda baca di: http://telinks.wordpress.com/2012/11/16/wlc-02-kontroler-level-air-dengan-sensor-level-air-sumber-sebagai-pengaman/

Jika Anda membutuhkan kontroler level air yang handal, maka WLC-01 dan WLC-02 dapat Anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan Anda.

Untuk informasi harga dan prosedur pemesanan silakan mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat berkarya!

:)

Perancangan Sensor Ketinggian Air Tandon

April 24, 2010 28 comments

Otomatisasi pengisian tandon air membutuhkan sensor yang dapat mendeteksi tingkat ketinggian air dalam tandon. Level Sensor istilah umumnya. Banyak produsen yang menyediakan sensor dan kontrolernya dalam satu paket produk. Kalau mau merancang sendiri juga boleh. Malah asik tuh… :D

Sebenarnya mendeteksi level ketinggian air secara elektronik bukanlah hal yang sulit. Kita bisa menggunakan transistor atau opamp untuk mendeteksi ada-tidaknya air yang menyentuk sensor. Tapi secara fisik, boleh jadi tidak mudah.

Mengapa?

Ingat percobaan fisika SMA? Nah, kalau dua batang logam dihubungkan ke sumber tegangan plus dan minus, kemudian dicemplungkan ke air, maka yang terjadi adalah proses elektrolisa. Saya tidak membahas terjadinya pemisahan hidrogen dan oksigen yang terjadi, dan juga unsur/senyawa lain yang terlibat. Yang perlu diketahui adalah bahwa proses ini mengakibatkan terjadinya korosi dan pengerakan pada elektroda sensor, oleh karenanya perlu dilakukan perawatan secara berkala untuk mencegah terjadinya kesalahan pendeteksian. Selain itu, penggunaan jenis logam untuk elektroda serta pengkondisian pH air juga perlu dilakukan.

Karena proses elektrolisa ini pasti terjadi, maka dalam perancangan rangkaian elektronika serta pengkondisian fisik pada pengimplementasiannya harus dapat meminimalisir efek negatif dari proses elektrolisa tersebut. Kita mulai dari elektrodanya.

Elektroda yang digunakan haruslah yang anti-korosif. Bisa digunakan baja stainless atau bahkan yang telah dilapisi chrome. Jangan menggunakan logam-logam seperti galvanis atau besi. Meskipun demikian, masih diperlukan perawatan berkala, paling lama 1 bulan sekali, untuk menghilangkan kerak-kerak yang terjadi yang dapat mengurangi konduktivitas elektroda.

Selain itu, yang perlu dilakukan lagi adalah mengontrol pH air. Untuk masalah ini memang tidak murah, diperlukan sistem pengendali pH untuk mempertahankan pH air menjadi normal. Tapi, ini cara yang efektif.

Nah, sekarang masuk ke rangkaian elektroniknya. Rangkaian yang saya gunakan hanyalah sebuah pembagi tegangan dan sebuah komparator dengan keluaran logika TTL. Simak rangkaian dan penjelasan berikut ini.

Pendeteksian level ketinggian air dilakukan dengan membaca nilai tegangan yang dihasilkan oleh masing-masing  rangkaian pembagi tegangan yang tersusun oleh resistor R dan  RAir. (RAir  adalah tahanan yang dibentuk oleh tangkai sensor dan tangkai common (T1)). Nilai R dalam hal ini adalah 10K ohm.

  • Vout1 – tegangan keluaran sensor LOWEST.
  • Vout2 – tegangan keluaran sensor LOW.
  • Vout3 – tegangan keluaran sensor MEDIUM.
  • Vout1 – tegangan keluaran sensor HIGH.

Tegangan keluaran yang muncul ketika tangkai sensor tidak terkena air adalah sekitar 4,9 volt.  Akan tetapi ketika tangkai sensor menyentuh air, nilai Vout turun antara 1-2 volt saja.

Perbedaan tegangan yang cukup  jauh  inilah  yang digunakan sebagai acuan pendeteksian dengan  cara membandingkan  nilai Vout dengan suatu tegangan referensi yang telah diset sebelumnya.

Gambar di bawah adalah rangkaian pembanding sederhana menggunakan opamp LM324. Rangkaian ini sederhana namun telah melewati serangkaian uji-coba dengan hasil yang sangat memuaskan.

Keluaran rangkaian pembanding ini dapat langsung digunakan untuk menggerakkan LED atau sebagai masukan TTL pada mikrokontroler.

Rangkaian ini telah saya implementasikan pada Pengendali Pompa Tandon Air Pensuplai Boiler dan Pengendali Pompa Tandon Air Unit Chiller di CV STEGRA Malang dan telah beroperasi selama lebih dari 3 tahun, dengan perawatan sensor 2-3 bulan sekali.

T1 adalah masukan dari rangkaian sensor diatas, bisa jadi Vout1, Vout2, Vout3, atau Vout4. Pada gambar port keluaran bertuliskan HI untuk sensor ketinggian HI. Ini berlaku sama persis untuk ketiga sensor lainnya.

Rangkaian pembagi tegangan yang disusun oleh resistor RA1 dan RA2 memberikan tegangan pembanding sebesar (10000/14700) * 5 volt = 3,4 Volt. Sehingga masuk dalam jangkauan keluaran sensor yang berada di kisaran 1-4,8 volt.

Ketika sensor tidak terkena air, Vin(+) > Vin(-), oleh karenanya tegangan keluaran opamp akan berada di kisaran 3,5-4,5V. Dan ketika sensor terkena air, Vin(+) < Vin(-), maka tegangan keluaran akan drop menjadi 0V. Sangat efektif!

Berikut adalah gambar layout PCB untuk sensor ketinggian air dengan keluaran 4 level ketinggian.

Berikut adalah foto rangkaian jadi yang saya implementasikan di pabrik rol karet USTEGRA Malang.

Untuk keperluan pengontrolan level air pada tandon rumah tangga, tandon air wudhu, kolam air minum walet, dan lain-lain, kami menyediakan modul kontroler level air tandon WLC-01 sebagai berikut:

Keterangan selengkapnya dapat Anda kunjungi halaman berikut: WLC-01: Modul Kontroler Level Air Yang Handal

Untuk pemesanan silakan kontak melalui email ke info@teknikelektrolinks.com atau SMS ke 081231784018 atau BBM ke 24B15B64.

Selamat berkarya!

:D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 167 other followers