Archive

Archive for the ‘Inkubator Penetas Telur’ Category

Thermostat T101 – Kontroler Suhu Dengan TRIAC Yang Sangat Cocok Untuk Aplikasi Mesin Penetas Telur

January 12, 2013 3 comments

telinks_t101Mengontrol beban tegangan AC menggunakan relay memiliki beberapa kekurangan antara lain:

  • Kontak relay terbakar akibat spark yang ditimbulkan oleh arus listrik ketika kontak bersentuhan. Untuk mengurangi resiko tersebut, biasanya ditambahkan rangkaian MOV dan RC pada kontak relay.
  • Relay merupakan komponen mekanik, oleh karenanya usia relay tidak bisa diharapkan terlalu panjang, apalagi jika frekuensi kerja kontak relay tinggi.

Thermostat T101 menggunakan komponen TRIAC sebagai driver beban AC. Tidak hanya itu, T101 juga dilengkapi dengan OPTOTRIAC. Pemakaian optotriac berfungsi untuk mengisolasi rangkaian sensor dan kontrol yang bertegangan DC dengan rangkaian driver yang bertegangan AC sehingga rangkaian sensor dan kontrol lebih aman.

Adapun spesifikasi Thermostat T101 adalah sebagai berikut:

  • Sensor suhu LM35DZ dengan kepekaan 10mV/°C
  • Range suhu sensor 0-100°C
  • Tegangan input 12-15V DC
  • Menggunakan VR Multi-Turn sehingga lebih presisi
  • Driver TRIAC 8A
  • Tegangan kerja beban AC110/220V
  • Lampu indikator Beban ON (lampu hijau pada foto)
  • Konektor berupa terminal screw
  • Kabel sensor bisa diperpanjang hingga 30m

Thermostat T01 secara default disetting pada suhu 37.5°C dengan nilai hysteresis sekitar +/-0,5°C. Dengan settingan seperti ini, maka lampu pemanas akan ON hingga suhu di atas 38°C. Selanjutnya, pemanas akan ON kembali ketika suhu di bawah 37°C.

Thermostat T101 dibangun menggunakan komponen-komponen diskrit yang mudah diperoleh di toko-toko komponen elektronika, sehingga memudahkan proses perbaikan bilamana diperlukan.

Anda bisa mengikuti link ini untuk melihat foto-foto aplikasi produk Thermostat T101 pada mesin penetas telur oleh Mas Yudiono di Yogyakarta.

Anda juga bisa melihat video demo pengontrolan lampu pemanas menggunakan Thermostat T101 di sini: http://youtu.be/l7odNlklJgk.

Untuk informasi harga dan pemesanan, silakan mengunjungi situsnya di: http://teknikelektrolinks.com.

Jika membutuhkan thermostat digital dengan display dan relay yang lebih mudah dioperasikan, Anda dapat menggunakan: Thermostat Digital E103.

Selamat berkarya!

:D

Hygrostat H103 – Modul Kontroler Kelembaban Udara Berbasis ATmega8 dan DHT11

November 9, 2012 Leave a comment

telinks_h103_400

DHT11 adalah modul sensor suhu dan kelembaban udara yang mempunyai jangkauan pengukuran suhu antara 0-50°C dan jangkauan pengukuran kelembaban udara 20-95%RH. Modul sensor ini memiliki akurasi pengukuran suhu sekitar 2°C dan memiliki akurasi pengukuran kelembaban sekitar 5%. DHT11 cukup ekonomis namun memadai untuk aplikasi monitoring maupun untuk aplikasi pengontrolan kelembaban udara.

Gambar di samping adalah foto modul kontroler kelembaban udara H103. Modul hygrostat ini secara kontinyu melakukan pengukuran kelembaban udara dan menampilkannya pada display seven-segment. Selain melakukan monitoring, modul H103 juga melakukan pengontrolan terhadap kelembaban udara disekitarnya. Jika kelembaban udara turun hingga di bawah batas yang telah ditentukan, maka modul H103 akan mengaktifkan relay yang kontaknya dapat digunakan untuk menghidupkan mesin-mesin humidifier (penambah kelembaban) seperti nebulizer (pengkabut air), atau piranti sprayer elektrik seperti yang digunakan pada mesin pengharum ruangan, atau elemen pemanas air.

Modul H103 memiliki 3 buah parameter yang dapat diset menggunakan 3 buah tombol operasional yang ada di bawah display seven-segment. Berikut adalah tabel parameter beserta fungsinya.

PARAMETER SIMBOL KETERANGAN
Setting Value SV Nilai kelembaban target yang diinginkan. Nilainya
berkisar antara 25 – 90 %
Durasi On DN Durasi Relay On
Durasi Off DF Durasi Relay Off

SV adalah nilai kelembaban yang ditargetkan. Untuk aplikasi penetasan telur misalnya, nilai kelembaban dijaga pada kisaran 50-60%. Nilai default SV pada kontroler H103 adalah 56%. Kontroler dengan aturan kontrolnya akan menjaga kelembaban udara dikisaran nilai SV. Jika nilai kelembaban kurang dari SV, maka relay akan aktif selama durasi yang telah ditetapkan (DN). Setelah relay aktif selama Durasi On, maka kontroler akan memasuki kondisi standby selama Durasi Off (DF).

Kelembaban adalah besaran fisik yang lambat perubahannya, dan kita tidak mau kelembaban naik secara drastis atau pun turun secara drastis. Oleh karenanya kita harus dapat mengontrol seberapa lama humidifier aktif dan seberapa lama kontroler harus menunggu (standby) untuk memastikan bahwa proses penambahan kelembaban sudah merata.

Untuk keperluan itulah, maka Hygrostat H103 dilengkapi dengan parameter Durasi ON (DN) dan Durasi Off (DF). Dengan mengeset waktu masing-masing parameter, kita akan dapat mengontrol aksi kontroler dalam meningkatkan kelembaban secara optimal. Nilai minimum masing-masing parameter adalah 1 detik dan nilai maksimumnya adalah 999 detik.

Hal ini tentunya tidak dapat ditentukan secara absolut bahwa nilai Durasi On dan Durasi Off yang tepat adalah 3 detik dan 300 detik misalnya. Akan tetapi, penentuan nilai parameter DN dan DF haruslah disesuaikan dengan sistem humidifier yang digunakan. Setiap model humidifier memiliki laju kemampuan meningkatkan kelembaban yang berbeda-beda. Oleh karenanya parameter Durasi On dan Durasi Off harus disesuaikan sampai sistem kontrol bekerja mengontrol kelembaban dengan optimal.

Nilai DN dan DF untuk sistem yang menggunakan ultasonic nebulizer sebagai humidifier akan berbeda dengan sistem yang menggunakan elemen pemanas air sebagai humidifier. Oleh karenanya, kesabaran dalam proses tuning juga diperlukan demi memperoleh kinerja kontroler yang optimal.

Nilai-nilai default yang diberikan pada parameter-parameter Hygrostat H103 adalah:

PARAMETER NILAI DEFAULT
Setting Value (SV) 56 %RH
Durasi On (DN) 3 detik
Durasi Off (DF) 300 detik (=5 menit)

Selama proses Durasi On, kontroler akan menampilkan nilai kelembaban aktual (PV=Process Value) dan countdown Durasi On. Selama proses Durasi On, LED indikator relay akan menyala.

Dan selama proses Durasi Off (standby), kontroler akan menampilkan nilai kelembaban aktual (PV) dan countdown Durasi Off. Selama proses Durasi Off (standby), LED indikator relay akan padam.

Nah, berikut adalah foto-foto pengesetan parameter SV, DN, dan DF pada Hygrostat H103.

h103_sv

h103_dn

h103_df

Video demo Hygrostat H103 dapat Anda saksikan melalui situs YouTube dengan mengikuti link berikut ini: http://youtu.be/xTtLlCTubfo.

Nah, jika Anda membutuhkan kontroler kelembaban untuk mesin penetas telur, lumbung jamur, atau aplikasi lain, maka Hygrostat H103 dari Teknik Elektro Links sangat cocok untuk Anda.

Untuk informasi harga dan pemesanan, silakan mengunjungi situs kami di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat berkarya!

:)

Thermostat E203 – Kontroler Suhu Dengan 2 Setting-Value Dan 2 Relay-Output

October 22, 2012 1 comment

telinks_e203_400

Thermostat E203 adalah sebuah modul rangkaian kontroler suhu bebasis mikrokontroler ATMEL AVR ATmega8 yang menggunakan sensor suhu LM35 dengan jangkauan pengukuran 0-100°C.

Thermostat E203 memiliki 2 parameter suhu target (setting-value) yakni SV1 dan SV2 yang masing-masing dapat diset melalui tombol-tombol operasional. SV1 untuk RELAY1 diset menggunakan Tombol Kiri dengan Tombol Tengah dan Tombol Kanan sebagai fungsi pengurang dan penambah. SV2 untuk RELAY2 diset menggunakan Tombol Kanan dengan Tombol Kiri dan Tombol Tengah sebagai penguran dan penambah. Nilai pengurangan atau penambahan setting-value adalah 0,5°C.

Thermostat E205 dioperasikan dengan tegangan DC 5V. Pada foto diperlihatkan sebuah unit power supply DC 5V, 2A yang sangat mantap digunakan untuk menyuplai Thermostat E203 maupun modul-modul rangkaian 5V DC yang lainnya.

FUNGSI RELAY1 DAN RELAY2
RELAY1
berfungsi sebagai pemanas (HEATING). RELAY1 akan ON jika suhu belum mencapai target dan RELAY1 akan OFF jika suhu target tercapai. RELAY1 akan ON lagi jika suhu drop dibawah suhu target.

RELAY2 dapat berfungsi sebagai pemanas (HEATING) atau pendingin (COOLING). Pemilihan fungsi dilakukan dengan menghubungkan atau melepas jumper yang ada pada board. Jika difungsikan sebagai pendingin, maka RELAY2 akan ON jika suhu sudah mencapai target dan akan OFF jika suhu dibawah target.

Dengan demikian, Thermostat E203 dapat memiliki mode PEMANAS-PEMANAS atau PEMANAS-PENDINGIN.

APLIKASI FUNGSI PEMANAS – PEMANAS
Dengan fungsi ini sistem dapat memiliki 2 bank pemanas yang bekerja dengan sistem sebagai berikut:

  • Jika SUHU < SV1, maka RELAY1 ON (PEMANAS1 ON)
  • Jika SUHU > SV1, maka RELAY1 OFF
  • Jika SUHU < SV2, maka RELAY2 ON (PEMANAS2 ON)
  • Jika SUHU > SV2, maka RELAY2 OFF

Jika SV1 = 40 dan SV2 = 45, maka pada awal kerja, kedua pemanas akan aktif sehingga peningkatan kalor akan lebih cepat. Setelah suhu melampaui SV1, maka PEMANAS1 OFF dan PEMANAS2 tetap ON. PEMANAS2 akan OFF setelah suhu melampaui SV2. Demikian seterusnya, sehingga pada prinsipnya PEMANAS1 hanya bekerja jika suhu drop melampaui SV1.

APLIKASI FUNGSI PEMANAS-PENDINGIN
Dengan fungsi ini kita dapat menerapkan RELAY2 sebagai alarm peringatan yang aktif jika suhu melampaui batas yang telah ditentukan, atau untuk mengaktifkan FAN yang akan mempercepat proses penurunan suhu manakala suhu melebihi batas yang telah ditentukan.

NILAI HYSTERESIS
Thermostat E203 memiliki parameter nilai hysteresis sebesar 1, artinya kontroler menambahkan faktor +/-Hysteresis sebagai toleransi kerja RELAY. Jika SV1=37, maka RELAY1 akan OFF jika suhu melebihi 38°C, dan RELAY1 akan ON kembali jika suhu kurang dari 36°C.

Jika Anda berminat dengan modul Thermostat E203, silakan menghubungi kami melalui: http://teknikelektrolinks.com/kontak.htm.

Selamat berkarya!

:)

Aplikasi Thermostat E013 Pada Sistem Kontrol Suhu Kandang Burung Cinta (Lovebird)

September 14, 2012 3 comments

300px-Agapornis_roseicollis_-eating_grass_seeds-8

Gambar di samping ini adalah gambar seekor Lovebird  atau nama latinnya adalah Agapornis (Greek: αγάπη agape ‘love'; όρνις ornis ‘bird’) sedang naik daun. Kalau melihat gambar di samping, memang burungnya benar-benar sedang naik daun, tapi yang saya maksudkan dengan naik daun adalah pasaran burung cinta ini. Pasaran Lovebird saat ini sedang naik daun.

Burung warna-warni ini sangat diminati oleh kolektor burung sehingga saat ini ramai juga orang coba-coba ataupun serius beternak burung ini.

Selain digunakan untuk mengontrol suhu mesin penetasan telur, Thermostat E103 juga efektif untuk mengontrol suhu kandang. Apalagi untuk daerah yang fluktuasi suhu siang-malamnya cukup besar. Kalau siang, panasnya minta ampun. Kalau malam, dinginnya minta ampun.

Nah, untuk menjaga agar suhu dalam kandang burung tetap nyaman diperlukan pengontrol suhu yang akan menyalakan lampu pemanas secara otomatis jika suhu kurang-dari suhu target, dan akan secara otomatis pula menyalakan fan jika suhu lebih-dari suhu target.

Berikut adalah diagram sistem pengontrol suhu kandang dengan kombinasi beban lampu pemanas dan fan menggunakan Thermostat E103.

telinks_e103_lovebird

Thermostat E103 diset pada mode HEAT (jumper terhubung). Beban lampu pemanas dihubungkan ke terminal NO (Normally-Opened) dan beban fan dihubungkan ke terminal NC (Normally-Closed). Terminal C (Common) dihubungkan ke LINE PLN AC 220V.

Prinsip kerja dari sistem di atas adalah ketika suhu belum mencapai target, maka relay akan ON (terminal NO terhubung ke C) dan lampu akan menyala. Oleh karenanya suhu lama-kelamaan akan naik hingga mencapai suhu target.

Ketika suhu melewati batas target, maka relay akan OFF (terminal NC terhubung ke C) sehingga lampu akan mati dan fan akan berputar.

Tak hanya burung Lovebird, sistem ini juga dapat digunakan pada kandang hewan-hewan yang lain seperti burung puyuh, ayam tertawa, cucak rowo, dan lain-lain.

Perhatian!
Akibat pemanasan oleh lampu dan hembusan fan, kelembaban kandang akan mengalami penurunan sehingga perlu diberikan media pelembaban (biasanya nampan berisi air).

Untuk informasi harga dan pemesanan silakan mengunjungi situs kami di: http://teknikelektrolinks.com.

Selamat berkarya!

:)

Aplikasi Thermostat E103 Sebagai Pengontrol Suhu Inkubator/Mesin Penetas Telur

March 17, 2012 Leave a comment

telinks_e103_056inch

Thermostat E103 adalah general-purpose thermostat yang dapat digunakan sebagai pengontrol suhu pada aplikasi sistem pemanas maupun pendingin dengan jangkauan suhu operasional antara 5-90 derajat celcius.

Dengan 3 parameter yang menjadi parameter dasar sebuah kontroler suhu digital, yakni: Suhu Target, Hysteresis, dan Faktor Koreksi, Thermostat E013 dapat disetting agar berfungsi sesuai dengan kinerja sistem yang diinginkan.

Dengan jangkauan suhu yang lebar dan nilai hysteresis yang dapat disetting hingga +/-0.1 derajat celcius, maka Thermostat E103 dapat diaplikasikan pada berbagai sistem seperti:

  • Alarm peringatan suhu dan kontrol otomatis exhaust-fan untuk ruang server dan ruang pemancar
  • Pengontrol suhu bioreaktor
  • Pengontrol suhu kolam pemijahan ikan
  • Pengontrol otomatis pompa air sarang burung walet yang bekerja berdasarkan suhu
  • Pengontrol suhu inkubator/mesin penetas telur
  • Pengontrol suhu pemanas bibit tebu
  • Alarm suhu pada oven tembakau manual
  • Pengontrol suhu akuarium ikan dan reptil
  • Dan lain-lain

Pada tulisan ini akan dibahas tentang penggunaan Thermostat E103 sebagai pengontrol suhu inkubator/mesin penetas telur dengan fitur tambahan yang spesial. Berikut adalah gambar instalasi Thermostat E103 untuk inkubator/mesin penetas telur.

telinks_e103_penetas_telur

SS1 adalah selector-switch atau saklar yang berfungsi menghidupkan atau mematikan sistem secara keseluruhan. Jika SS1=ON, maka catudaya PS-12VDC akan ON sehingga Thermostat E103 juga menjadi ON dan kontroler suhu pun bekerja.

Ketika SUHU AKTUAL < SUHU TARGET, maka RELAY akan ON dan lampu pemanas akan ON, sedangkan lampu penerangan akan OFF. Dan ketika SUHU AKTUAL > SUHU TARGET, maka RELAY akan OFF dan lampu pemanas akan OFF, sedangkan lampu penerangan akan ON.

Lampu penerangan adalah sebuah lampu berdaya rendah yang berfungsi untuk menerangi ruangan inkubator selama lampu pemanas OFF, sehingga kita dapat tetap melihat kondisi telur ketika lampu pemanas OFF.

Instalasi rangkaian mesin penetas telur di atas sangatlah sederhana, namun memiliki sebuah fitur tambahan yang sangat bermanfaat dalam proses penetasan telur.

Jika Anda berminat untuk menggunakan Thermostat E103, Anda dapat mengunjungi situs http://teknikelektrolinks.com untuk mengetahui harga dan cara pemesanannya, serta men-download datasheet Thermostat E103.

Selamat berkarya!

Smile

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 159 other followers